Nana Sudjana: Sinkronisasi dan Kolaborasi Kunci Perencanaan Pembangunan Jawa Tengah

Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana saat menghadiri kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2024, Taman Balekambang, Surakarta, Kamis (30/5/2024). (HUMAS/JOGLO JATENG)

SURAKARTA, Joglo Jateng – Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana menyatakan bahwa kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2024 di antaranya bermaksud agar perencanaan pembangunan dilakukan secara matang.

“Sesuai arahan Presiden, dalam setiap pembangunan harus dilakukan perencanaan dengan baik. Tidak bisa kita lakukan asal-asalan,” kata Nana, kepada media di kegiatan Rembug Pembangunan Jawa Tengah Tahun 2024, Taman Balekambang, Surakarta, Kamis (30/5/2024).

Oleh karena itu, menurutnya, ini perlu adanya sinkronisasi, koordinasi, dan kerja sama, antara provinsi dengan pusat, serta antara provinsi dengan kabupaten dan kota.

Baca juga:  Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Bersinergi dengan Korem 074/Warastratama Adakan Pelatihan UMKM bagi Anggota yang Memasuki Masa MPP

Ditambahkan, awalnya, Pemprov meminta daerah memasukkan 15 usulan. Kemudian, dari 15 usulan dikurangi jadi lima usulan. Dari usulan itu, akan dilakukan kajian oleh tim provinsi.

“Tidak semua usulan kita akomodir karena keterbatasan anggaran. Jadi kita pilih prioritas,” ujarnya.

Dari berbagai usulan tersebut, beber Nana, yang lebih banyak adalah infrastruktur. Meski demikian, tidak semua usulan ditampung. Yang lebih ditekankan, usulan tersebut muaranya untuk mengurangi kemiskinan di Jateng.

“Angaran kami tingkatkan untuk menangani kemiskinan. Ini bukan miskin se-Indonesianya tapi se-Jawa. Kami tambahkan anggaran untuk nangani kemiskinan ekstrem, penanganan stunting,” tambahnya.

Baca juga:  Bank Jateng Cabang Koordinator Surakarta Bersinergi dengan Korem 074/Warastratama Adakan Pelatihan UMKM bagi Anggota yang Memasuki Masa MPP

Dalam penanganan kemiskinan, investasi di Jateng juga meningkat. Pihaknya pun menyiapkan anak muda untuk siap kerja, termasuk melalui pendidikan vokasi untuk menangani kemiskinan, juga menggandeng CSR perusahaan.

Sekda Jateng Sumarno menambahkan, kegiatan Rembug Pembangunan Jateng ini semuanya masih dalam pembahasan usulan. Namun yang jelas, nanti akan dibahas lebih dulu untuk memilih usulan jadi prioritas.

Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka menyampaikan, pada kegiatan itu pihaknya mengusulkan lima hal. Satu di antaranya adalah taman velodrome Manahan.

“Tadi saya usulkan renovasi velodrome. Hal itu sangat penting juga mem-branding Solo sebagai kota olahraga,” kata Gibran di lokasi acara. (hms/rds)