Kudus  

Resmi Dilantik, PMI Kudus Targetkan 1,3 Miliar Bulan Dana

KHIDMAT: Prosesi penyematan oleh Ketua PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana kepada Ketua PMI Kudus, Revlisianto Subekti dalam pelantikan pengurus dan dewan kehormatan PMI Kudus, Jumat (31/5/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pengurus dan Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) 2024-2029 resmi dilantik, pada Jumat (31/05/2024) di Pendopo Kabupaten Kudus. Pelantikan sekaligus pembukaan bulan dana di bawah kepemimpinan Revlisianto Subekti itu menargetkan tercapainya 1,3 miliar pada bulan dana tahun ini.

Ketua PMI Kudus, Revlisianto Subekti, mengaku siap memberikan layanan terbaik. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas sebab PMI merupakan organisasi berbasis kepercayaan masyarakat.

“Modal utama PMI adalah kepercayaan masyarakat. Sehingga dalam melaksanakan program harus menjaga integritas, kejujuran terbuka dan bertanggungjawab,” ungkapnya usai proswai pelantikan.

Ia menambahkan, tugas pokok PMI yaitu membantu pemerintah di bidang kemanusiaan. Terutama kesiap siagaan penanggulangan bencana.

Baca juga:  CFD, DPMPTSP Kudus Gelar Layanan Perizinan dan Konsultasi

“Pelatihan pertolongan pertama, pelayanan kesejahteraan masyarakat dan pelayanan transfursi darah. Semuanya adalah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kudus,” imbuhnya.

Dalam merealisasikan hal itu, lanjut Revli, target bulan dana 2024 naik menjadi 1,3 miliar. Selain dari masyarakat, bulan dana juga dihimpun dari CSR perusahaan.

“Kehadiran dari unsur swasta atau perusahaan dalam jajaran dewan kehormatan ini menjadi penting,” sambungnya.

Pihaknya juga berharap dukungan seluruh pihak sehingga pelaksanaan program PMI berjalan maksimal.

Dalam sambutannya, Ketua PMI Jawa Tengah Sarwa Pramana menegaskan agar tujuan menjadi pengurus PMI harus karena faktor kemanusiaan. Agar dimanapun posisinya, PMI bisa mewujudkan visi misi kepala daerah.

Baca juga:  Dinarpus Kudus Rencanakan Gedung Perpustakaan Baru

“Sebagai pengurus PMI, maka membangun kepercayaan dan membangun akuntabilitas, serta sikap integritas menjadi penting,” tegasnya.

Sarwa menyebutkan, sumber dana PMI, berasal dari bulan dana, hibah APBD, unit donor darah (UDD), program tanggung jawab sosial perusahaan (Coorporate Social Responsibility/CSR), dan bantuan lainnya

“Sehingga harapan saya, dana ini harus betul-betul kembali kepada masyarakat untuk kemanusiaan,” terangnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Bupati Kudus, Hasan Chabibie, berpesan agar para pengurus terlantik bisa melanjutkan program baik yang sudah berjalan. Sehingga PMI menjadi tolak ukur dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Baca juga:  Swadaya Masyarakat, Desa Ngembal Kulon Buat Jalan Baru

“Salah satu programnya adalah bulan dana. Saya harap dan himbau agar masyarakat Kudus bisa memberikan sumbangsih sebesar-besarnya untuk bulan dana 2024,” pesannya.

Hasan berharap, ke depan PMI Kudus semakin meningkatkan kolaborasi dan sinergi dengan semua stakeholder yang ada di Kudus. Apalagi PMI menjadi organisasi yang tidak bisa berdiri sendiri dan harus butuh kerjasama dengan semua pihak untuk menghadirkan kemanfaatan dan kemaslahatan buat masyarakat secara keseluruhan.

“Kita juga sama sama tahu PMI sudah sangat teruji pada saat ada bencana, program donor, kecelakaan. Sehingga kami berharap seluruh masyarakat Kudus mendukung semua program PMI Kudus,” harapnya. (cr1/fat)