Religi  

Setiap Kaum Muslimin Bisa Berhaji

H. Adi Bayu Nugroho, S.Pd.I, M.Pd
H. Adi Bayu Nugroho, S.Pd.I, M.Pd (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

SEBAGIAN kaum muslimin ada yang sudah Allah mudahkan melaksanakan ibadah haji, baik pada tahun-tahun sebelumnya maupun tahun ini biidznillah. Ada yang sedang menanti giliran antreannya, ada yang masih menabung rupiah demi rupiah ia sisihkan demi menuju baitullah, ada pula yang kemampuannya baru bisa berdoa dan bertekad kuat agar Allah menyampaikannya ke baitullah.

Haji merupakan salah satu dari rukun Islam yang lima selain syahadat, salat, puasa, dan zakat. Muslim yang mampu untuk melaksanakan haji hendaknya bersegera untuk menunaikannya agar ia tidak termasuk orang yang dicegah dalam kebaikan.

Baca juga:  Membumikan Hikmah Iduladha di Sepanjang Kehidupan

Haji memiliki keutamaan yang agung dan pahala yang besar, karena memadukan antara ibadah badaniyyah (badan) yang penuh dengan keletihan, kesulitan, kepayahan dan ibadah maliyyah (harta) karena merupakan ibadah yang memerlukan pengorbanan harta yang cukup besar. Meskipun tidak semua bisa bersegera mendapatkan kesempatan berhaji, namun semua memiliki kesempatan yang sama dalam berjuang dalam melaksanakannya.

Di antara yang bisa dilakukan dalam rangka meraihnya, pertama adalah memperbanyak berdoa kepada Allah. Karena siapa yang memiliki uzur namun punya tekad kuat dan sudah ada usaha untuk melakukannya, maka dicatat seperti melakukannya. Contoh misalnya, ada yang sudah mendaftarkan diri untuk berhaji, namun ia meninggal dunia sebelum keberangkatan, maka ia akan mendapatkan pahala haji.

Baca juga:  Iduladha, Sejarah Pengorbanan Cinta Sejati

Kedua yakni menabung sesuai kemampuan. Jangan dilihat jumlahnya, namun bersungguh-sungguhlah maka Allah akan mudahkan dengan izin-Nya. Bagi yang sudah memiliki anak, ajarkan agar anak-anak juga menabung sejak dini dan tanamkan kerinduan kepada baitullah.

Yang ketiga adalah melakukan amalan-amalan yang berpahala setara haji salah satunya adalah yang disebutkan dalam hadis dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang melaksanakan salat subuh secara berjamaah lalu ia duduk sambil berzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan salat dua rakaat, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umrah.” Beliau pun bersabda, “Pahala yang sempurna, sempurna, dan sempurna.”

Baca juga:  Keutamaan dan Amalan 10 Hari Awal Dzulhijjah

Yang terakhir adalah berwasiatlah kepada ahli waris agar ada yang bersedia membadalkan haji atau mendaftarkan badal haji jika nantinya meninggal dalam keadaan belum melaksanakan ibadah haji. (*)