Berikan Kenyamanan Belajar, SIS Bangun Gedung Baru untuk Jenjang SMP dan SMA di Kota Semarang

SUASANA: Peletakan Batu Pertama l pembangunan Gedung Baru SMP dan SMA Singapore Intercultural School (SIS) Candi Golf Residence, Semarang, Jumat (31/5/2024). (LU'LUIL MAKNUN/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Untuk memberikan kenyamanan kegiatan belajar mengajar (KBM), sekolah berstandar internasional Singapore Intercultural School (SIS) kembali membangun gedung baru untuk jenjang SMP dan SMA di kompleks Candi Golf Residence, Kota Semarang. Pembangunan ditargetkan rampung Desember 2024 mendatang.

Pembangunan dimuali sejak Jumat (31/5/2024) dengan ditandai peletakan batu pertama oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang yang diwakili Kasie Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdik Kota Semarang Arif Widi Fatoni, Head Teacher of SIS Semarang Lenard Murray, Director of Operations SIS Semarang Andrew Paterson, dan Director of Marketing Indra Erwin.

Indra Erwin menyampaikan bahwa gedung baru ini akan dibangun di atas tanah seluas 3.000 meter persegi. Nantinya bangunan ini akan memiliki 3 lantai.

Baca juga:  Lentera Pustaka Miliki Taman Baca, E Book Hingga Lab Agama

“Nanti jenjangnya digunakan setiap level mulai dari SMP dan SMA. Sementara untuk penataannya (ruangan, Red.) belum kami tentukan karena nanti menyesuaikan kebutuhan,” kata Indra pada awak media usai peletakan batu pertama di SIS Semarang.

Pembangunan gedung baru ini, kata Indra, bertepatan dengan momentum ulang tahun ke-28 Singapore Intercultural School (SIS) Group.

Pihaknya berkomitmen menyediakan pendidikan internasional berkualitas tinggi dengan fasilitas mutakhir sebagai upaya mendorong pendidikan masa depan.

Adapun fasilitas yang dibangun di antaranya lapangan basket tertutup, lintasan lari, dan fasilitas lain yang bertujuan untuk memperbaiki lingkungan belajar.

“Jumlah siswa seluruhnya 5.000 di SIS seluruh Indonesia, tapi kalau di Semarang kurang lebih 500,” ujar Indra.

Baca juga:  HUT Ke 64, SMPN 2 Kudus Galakkan Empat Program Literasi

Dalam hal pembelajaran, lanjutnya, SIS Semarang menggunkan pendekatan tri-kurikulum yang unik, dengan menggabungkan kurikulum Singapura, Cambridge, dan IB. Selain itu, sekolah level internasional ini juga tetap menggunakan Kurikulum Merdeka.

“Itu adalah sebuah yang diwajibkan oleh pemerintah Indonesia. Kami berharap agar masyarakat Indonesia khususnya anak-anak yang saat ini ada di Semarang dapat menjadi generasi yang terbaik untuk membantu memajukan negara Indonesia tahun 2045,” tandasnya.

Sementara itu, Kasie Pembinaan GTK yang mewakili Disdik Kota Semarang Arif Widi Fatoni mendukung keberadaan SIS Semarang.

Menurutnya, dengan tetap menggunakan Kurikulum Merdeka, sekolah tersebut tetap mengedepankan pendidikan karakter dan harapannya bisa mencetak generasi emas.

“Kita yakin kurikulum di sini sudah bagus tapi tetap mengedepankan adat istiadat, adab, attitude, tetep menggunakan Merdeka Belajar. Karena pemerintah memang sangat mencanangkan Merdeka Belajar sehingga di tahun 2045 anak-anak diharapkan menjadi generasi emas,” ujar dia.

Baca juga:  SMP 1 Jekulo Sajikan Kebhinekaan dalam Agenda P5

Untuk diketahui, SIS Group of Schools didirikan seorang warga negara Singapura, Jaspal Sidhu pada 1996 dengan lokasi pertama di Jakarta.

Saat ini, SIS Group of Schools mengoperasikan 15 sekolah dengan 5.000 siswa di seluruh Indonesia.

Diakui sebagai institusi pendidikan internasional yang berkualitas dengan Kurikulum Singapura, salah satu sistem pendidikan terbaik di dunia, Cambridge International General School Certificate of Education (IGCSE), dan program Diploma International Baccalaureate (IB), semakin memapankan reputasi keunggulan SIS Group of Schools. (luk/adf)