Dinpermades Rembang Gencar Sosialisasikan Desa Bersinar

SOSIALISASI: Kabid Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Moh. Nur Said sedang menjelaskan program desa bersinar di Desa Bonang, Kecamatan Lasem beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Rembang terus mensosialisasikan Desa Bersih Narkoba (Desa Bersinar). Upaya itu dilakukan untuk mencegah peredaran narkoba mulai dari tingkat desa.

Kabid Penyelenggaraan Pemerintahan Desa, Moh. Nur Said mengatakan, sosialisasi ini baru sampai di Kecamatan Pancur, Lasem, Sluke, Kaliori. Secara bertahap akan selesai di semua desa di Kabupaten Rembang.

Sesuai Instruksi presiden nomer 2 tahun 2020. Yakni tentang rencana aksi nasional pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika tahun 2020-2024.

Baca juga:  Dishub Rembang Kuwalahan Tertibkan Parkir Sembarang Kendaraan Berat di Jalan Nasional

“Kami terus gencarkan sosialisasi. Sebagai tindak lanjut kalau desa mau cek urin dipersilahkan. Nanti akan bekerja sama dengan Polres dan dinas kesehatan,” ujarnya.

Said menambahkan, sosialisasi Desa Bersinar ini diharapkan dapat berkontribusi menekan angka penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Khususnya di Rembang. Rencana pada hari narkotika desa diwajibkan memasang banner tentang narkoba.

“Ketika ada kasus tentang narkoba bisa segera melapor kepada kepala desa dan perangkat desa. Dibantu oleh Babinsa dan Babinkamtibmas untuk menciptakan desa bersih dari narkoba,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolres Rembang, AKBP Suryadi mengatakan, dia mencoba berkolaborasi dengan kepala desa. Sehingga desa-desa itu merasa memiliki lingkungan bebas dari narkoba.Di seluruh Jateng kita ulang di Rembang bebas dari narkoba.

Baca juga:  Samsat Rembang Terapkan Keringanan Pajak

“Dari pengaruh warga supaya tidak masuk kesitu. Sehingga tidak menjadi pemakai, penjual dan sebagainya,” bebernya.

Dia menghimbau supaya sungguh-sungguh dalam program ini terutama para kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat ikut berkontribusi untuk membantu Polri dalam rangka pembebasan narkoba. (cr3/fat)