Lentera Pustaka Miliki Taman Baca, E Book Hingga Lab Agama

NYAMAN: Siswa siswi SMP NU Al Ma’ruf tengah fokus membaca buku di taman baca perpustakaan lentera pustaka, beberapa waktu lalu. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Perpustakaan Lentera Pustaka SMP NU Al Ma’ruf, Kudus telah berhasil meraih Akreditasi A. Hasil itu diraih berkat program unggulan yang dimiliki Lentera Pustaka. Diantaranya taman baca, buku digital, laboratorium agama hingga informasi destinasi lokal.

Kepala SMP NU Al Ma’ruf, Miftah menerangkan, pengajuan perpustakaan dilakukan pada 2022 dan mendapatkan akreditasi pada 2023. Dengan berbagai tahapan, salah satunya visitasi.

“Pengecekan oleh tim penilai. Mulai dari berkas administrasi, sarana prasarana, praktik real, hingga ciri khas,” terangnya kepada Joglo Jateng usai menerima sertifikat akreditasi di Perpustakaan Daerah Kudus, Kamis, (30/5).

Ia menambahkan, perpustakaan Lentera Pustaka memaksimalkan kenyamanan membaca anak dengan taman baca yang berlokasi di area lantai satu perpustakaan. Taman baca ini, kata dia, dimanfaatkan anak-anak untuk membaca melalui buku yang sudah diakses di perpustakaan.

Baca juga:  Dies Natalis ke-44, UMK Segera Sikapi Perubahan Zaman

“Kami juga mengajak anak-anak mengeksplor kearifan lokal atau budaya yang menjadi tradisi di lingkungan desa. Sebagai destinasi wisata lokal wisatawan di luar Kudus,” imbuhnya.

Selain itu, lanjut Miftah, terdapat laboratorium agama sebagai pusat literasi dan kajian studi Islam. Lab ini telah diresmikan Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga dan Kementerian Agama Kudus.

“Laboratorium ini digunakan sebagai pusat literasi dan studi Islam. Berisi buku kajian, kitab, hingga materi pelajaran berupa video dalam berlangsungnya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI),” sambungnya.

Tercatat, perpustakaan lentera pustaka telah memiliki sekitar 5.000 buku fisik dan ribuan e book. SMP NU Al Ma’ruf juga mencanangkan media informasi podcast guna memperluas wadah edukasi para siswa.

Baca juga:  SD 2 Bacin Asah Otak Siswa Melalui Ekstra Sempoa

“Melalui perpustakaan digital, siswa tidak perlu repot mendapatkan buku fisik. Di manapun dan kapanpun berada mereka bisa membaca,” paparnya.

Tak hanya itu, Miftah membeberkan, perpustakaan lentera pustaka menerima layanan kunjungan dari sekolah lain. Selain studi tiru, mereka juga bisa menikmati layanan serta melakukan mini teater dengan mendongengkan buku hasil bacaan.

“Pihak perpus juga akan memberikan reward kepada para pembaca yang rajin membaca serta berkunjung. Di sisi lain kami juga melakukan pemilihan duta baca dan sahabat pustakawan dari unsur siswa,” bebernya.

Baca juga:  Belajar Berniaga dengan Makanan Buatan Sendiri

Di sisi lain sarana prasana berupa smart tv, pendingin ruangan dan lokasi yang luas diupayakan untuk mendukung kenyamanan belajar siswa. Pihaknya ingin membuktikan bahwasanya sekolah tidak asal dalam melayani anak-anak. Apalagi untuk mengakses ilmu tambahan, materi dengan nyaman di ruang perpustakaan.

“Harapannya semua yang dilakukan dan telah berjalan dengan baik dipertahankan. Sehingga nilai A saat ada penilaian ulang bisa dipertahankan,” harapnya. (cr1/fat)