Figur  

Pendidikan Berikan Peluang: Kisah Alda Nurjannah yang Raih Sukses di Dunia MC dan Influencer

Alda Nurjannah
Alda Nurjannah. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

TEKAD yang kuat perlu dipegang seseorang untuk meraih cita-citanya. Di samping usaha yang maksimal, dukungan finansial juga diperlukan untuk biaya pendidikan.

Sedari kecil, Alda Nurjannah bertekad untuk meraih cita-citannya menjadi seorang wanita karir yang sukses. Meskipun sebelumnya hampir tidak bisa kuliah lantaran terhalang ekonomi keluarga, ia berupaya mencari jalan dengan cara mengikuti seleksi beasiswa.

Perempuan yang menempuh pendidikan tinggi di Universitas Muria Kudus (UMK) ini mengatakan, kala itu dirinya pernah mengikuti seleksi Beasiswa Dikti sebelum memasuki bangku kuliah. Dia mengikuti seleksi itu karena usaha orang tua sempat turun.

“Saya mencari beasiswa karena sebelum masuk kuliah itu usaha bapak saya drop yakni pengusaha supplier buah. Awalnya disuruh tidak kuliah lantaran terhalang ekonomi,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Kamila Atsil: Remaja Jogja yang Terbang Tinggi dengan Semangat dan Kegigihan

Menurut Alda, pendidikan di perguruan tinggi itu penting. Sebab, banyak ilmu dan pengalaman yang bisa diserap dari sana. Ia bersyukur mampu menjalani bangku kuliah hingga selesai.

Kala menempuh pendidikan kuliah, dirinya mulai belajar dengan hal yang baru. Seperti diminta untuk menjadi master of ceremony (MC) di kampusnya.

“Sering diminta jadi MC. Sering diajak pihak kampus ketika ada acara. Tujuannya untuk menyalurkan ilmu ke adik-adik mengenai ilmu publik relasi,” tukasnya.

Alda menyebut, awal bisa MC lantaran saat kuliah dirinya mengikuti kegiatan UKM broadcasting, yang fokusnya ke public speaking. Ia sering kali diminta bantuan teman-temannya untuk menjadi pembawa acara di lingkungan UMK.

Baca juga:  Berani Maju untuk Motivasi Perempuan Lain

“Sempat dimintain bantuan akhirnya dari situ dapat job. Tapi dapat job dari dalam kampus. Awalnya dibayarnya bebas untuk MC. Tetapi diluar kampus sudah mulai masang harga,” terangnya.

Untuk MC di luar kampus, ia biasa mengisi kegiatan dinas, halalbihalal, ulang tahun, dan acara non-formal lainnya. Selama kuliah, ia bisa mendapat tiga sampai lima job MC.

“Untuk saat ini gak ngambil karena kesibukan kerja. Tapi kalau ada panggilan saya menerimanya, cuman milih-milih. Itu juga ngaruh di followers Instagram. Awalnya 2000 sebelum jadi MC. Setelah jadi mc menjadi 10 ribuan,” ucap dia.

Baca juga:  Nursabilla Dwi Hardjono: Juara 1 Mapres Unwahas yang Bercita-cita Membangun Kesetaraan Gender

Dengan banyaknya jumlah pengikut di akun media sosialnya itu, dirinya juga sempat mendapat berbagai tawaran endorse. Baik itu makanan atau minuman yang produknya diantar ke tempat tinggal Alda, maupun project untuk visit store atau datang ke toko.

“Selain itu, pernah juga treatment kecantikan, store baju muslim. Sekarang ini saya ingin menjadi wanita karir, usaha dan fokus mengembangkan diri,” pungkasnya. (adm/adf)