Penjualan Hewan Kurban Alami Lonjakan

PERIKSA: Salah satu pedagang hewan kurban Surono saat mengecek hewan kurban miliknya di Bantul, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Menjelang Hari Raya Iduladha, pedagang hewan kurban di Bantul alami lonjakan penjualan. Salah satu pedagang hewan kurban, Surono mengaku, hingga saat ini sudah ratusan kambing dan domba di kandang miliknya yang terjual ke konsumen.

“Penjualan saat lumayan melonjak, punya saya sudah laku 266 ekor. Kemungkinan hingga menjelang hari H bisa laku 600-700 ekor,” ungkap Surono, belum lama ini.

Menurutnya, hewan ternak yang dia jual berkisar di harga paling murah yaitu Rp1,5 juta dan yang paling tinggi Rp6,2 juta. Adapun, kambing atau pun domba yang paling banyak terjual yakni di kisaran harga Rp3,5 juta.

Baca juga:  Cacing Hati Ditemukan pada Puluhan Hewan Kurban di Bantul, Daging Aman Dikonsumsi

“Rata-rata hewan kurban saya didatangkan dari desa ke desa yang ada di DIY, dan kekurangannya diambil dari Temanggung dan Wonosobo. Lalu yang paling banyak laku untuk kurban ini yaitu yang harga Rp3,5-4 jutaan, dengan berat dagingnya sekitar 8-9 kilogram,” terangnya.

Terkait harga, Surono mengaku tidak terjadi kenaikan yang signifikan dari tahun sebelumnya. Sementara itu, untuk kenaikan harga pada saat momen Iduladha dengan hari biasa hanya naik sekitar Rp500.000.

“Terkait harga tahun kemarin dan tahun ini naik sedikit, sekitar lima ratus ribuan. Dibanding dengan harga hari biasa, selisihnya juga lima ratus ribuan, artinya naik itu karena permintaan banyak atau melonjak,” imbuhnya.

Baca juga:  Dispar Tegaskan tak Ada Larangan Study Tour ke Bantul

Sementara itu, pedagang hewan kurban sapi Ahmad Suraya mengaku, saat ini sapi yang dia jual sudah laku sebanyak 45 ekor. Sementara sisa sapi yang belum terjual sebanyak 26 ekor sapi.

Dia pun mengatakan, sapi yang ia jual didatangkan dari beberapa lokasi di Gunungkidul, seperti Rongkop, Girisobo, dan Tepus. Adapun harga jual sapi yang paling banyak diminati yaitu pada rentang harga Rp24-25 juta.

“Sapi yang paling banyak laku itu sapi ternak lokal jenis limosin dari Gunungkidul. Kemarin sapi yang dari Madura hanya 10 ekor, meskipun harganya lebih murah hanya Rp19 juta, tapi peminatnya dikit karena daging paha belakang relatif lebih kecil,” ujarnya. (nik/abd)