Pati  

Penyuluh Agama Diajak Lestarikan Lingkungan

FOTO BERSAMA: Para penyuluh agama di Pati sedang membawa bibit pohon usai acara Sarasehan Lintas Agama di Kemenag Pati, belum lama ini. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Puluhan penyuluh agama di Kabupaten Pati diajak untuk melestarikan lingkungan di Bumi Mina Tani ini. Salah satunya dengan aksi penanaman pohon.

Pesan ini disampaikan saat PD Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Pati saat mempertemukan penyuluh lintas agama dengan Komunitas Jaringan Masyarakat  Peduli Sungai Juwana (Jampisawan). Pertemuan yang digelar di Aula Kantor Kemenag Pati itu dalam acara Sarasehan Lintas Agama bertema Teologi Lingkungan Perspektif Agama Agama-agama di Indonesia.

Ketua panitia Sarasehan Lintas Agama, Taufik Muhammad Nur mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lahir IPARI yang pertama. Menurutnya, pertemuan ini sekaligus menjadi langkah awal menjalankan program edukasi lingkungan hidup.

Baca juga:  Gradapati Dukung Ahmad Luthfi Maju sebagai Calon Gubernur Jateng

“Kebetulan kami tahun ini selain melakukan pendampingan keagamaan di masyarakat mendapatkan tugas baru. Yakni melaksanakan edukasi lingkungan hidup. Harapannya dengan mengundang praktisi lingkungan kita bisa mendapatkan tambahan wawasan,” kata Taufik saat memberikan sambutan.

Usai sarasehan, acara dilanjutkan dengan kegiatan  penandatanganan komitmen bersama IPARI mendukung gerakan zero plastic. Mulai dari aksi bersih sampah plastik di lingkungan Kemenag, dan pembagian bibit pohon gratis untuk masing-masing penyuluh agama di seluruh KUA se-Kecamatan Pati.

“Setelah kegiatan ini kami minta para penyuluh untuk melakukan gerakan menanam pohon dengan seluruh pegawai KUA di wilayah kerjanya masing-masing,” imbuhnya.

Baca juga:  Rumah Dirampok, Dua Warga Pucakwangi Disekap & Dianiaya

Sementara itu, Kepala Kemenag Pati, Ahmad Syaikhu memberikan masukan kepada para penyuluh agar kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial. Melainkan harus ada kelanjutan program yang lebih kongkrit.

“Penyuluh sebagai garda terdepan harus menjadi role model pelestarian lingkungan hidup. Tahun ini Kemenag Pati berkomitmen menjalankan empat program prioritas yakni penurunan stunting, penanggulangan kemiskinan, pemberdayaan Ekonomi Umat dan pelestarian Lingkungan,” pesan Syaikhu.

Adapun kegiatan sarasehan lintas agama diikuti oleh 65 berbagai penyuluh agama. Di antaranya penyuluh agama Islam, Kristen katolik, Kristen protestan, dan Budha.

Baca juga:  Kuasa Hukum Korban Perampokan di Pucakwangi Desak Polisi Segera Tangkap Pelaku

Dalam paparannya juru bicara Jampisawan memaparkan sejumlah masalah lingkungan  di Kabupaten Pati. Khususnya sampah rumah tangga plastik dan popok. (lut/fat)