Jepara  

Satuan Pendidikan Didorong Pahami Penulisan Blangko Ijazah

SAMPAIKAN: Kasi Bidang SMP Wuriyanto dan Kabid SMP Disdikpora Jepara Nurrofiq memberikan penjelasan Penulisan Blangko Ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula lantai dua Disdikpora, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olaharaga (Disdikpora) Kabupaten Jepara menggelar sosialisasi Penulisan Blangko Ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Aula lantai dua Disdikpora, Jum’at (31/5). Agenda itu sebagai upaya untuk mendorong satuan pendidikan agar penulisan blangko ijazah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kepala Disdikpora Kabupaten Kepara, Ali Hidayat melalui Kepala Bidang SMP, Nurrofiq menjelaskan, sosialisasi ini dilatarbelakangi atas kurangnya pemahaman dari satuan pendidikan terkait penulisan blangko ijazah. Menurutnya, masih ditemui penulisan ijazah yang keliru dan akhirnya berakibat fatal dikemudian hari.

Baca juga:  Tingkat Pengangguran di Jepara Menurun

“Umumnya yang sering terjadi di penulisan muatan lokal (mulok) dan nama. Acara ini diharapkan dapat mengantisipasi hal tersebut,” jelasnya.

Di samping itu, sosialisasi ini sebagai salah satu sumber informasi dalam pendistribusian, penulisan, dan penata usahaan blangko ijazah. Sebab, berbagai entitas yang terdapat di ijazah harus terisi dengan data faktual dan dapat dipertanggung jawabkan.

Sehingga, untuk semua satuan pendidikan tingkat menengah yang berada di Kabupaten Jepara, diharapkan dapat menulis ijazah dengan benar dan kesalahan dapat ditangani dengan baik. “Ini menjadi salah satu upaya untuk menekan kesalahan dalam kepenulisan di ijazah. Karena ijazah menjadi prasasti bagi pelajar sekaligus dokumen penting,” jelasnya.

Baca juga:  BUMDes Jadi Simpul Penggerak Ekonomi Desa

Sementara itu, Kasi Bidang SMP Disdikpora sekaligus narasumber pada acara sosialisasi, Wuriyanto menjelaskan, kelulusan peserta didik dituangkan melalui ijazah. Kemudian surat keterangan lulus yang di tandatangani oleh Kepala satuan pendidikan.

Kegiatan ini juga mempertegas kembali bahwa dalam pengisian blangko ijazah harus dilakukan dengan kehati-hatian, efisiensi, efektif, dan akuntabel. Blangko ijazah diisi dengan tulisan tangan dengan tulisan huruf yang benar, jelas, rapi, bersih, dan mudah dibaca.

Kemudian, ijazah diberikan paling lambat 15 hari kerja sejak tanggal diterima blangko ijazah oleh satuan pendidikan. Apabila setelah pengisian blangko ijazah, Dinas masih mengalami kekurangan blangko. Maka, dinas dapat mencari ke kabupaten/kota dalam satu provinsi yang memiliki ijazah berlebih.

Baca juga:  Stabilkan Harga Bapok dengan Gerakan Pangan Murah

“Karena jumlah blangko saat terbatas. Maka, sebisa mungkin meminimalisir kesalahan kepenulisan,” ungkapnya. (cr4/fat)