Kudus  

Jadi Leading Sector SPBE, Diskominfo Kudus Garap Aplikasi Satu Pintu

Kepala Diskominfo Kudus, Dwi Yusi Sasepti. (DOK. PRIBADI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kudus sebagai leading sector dalam penyusunan Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Untuk itu, Diskominfo tengah menggarap integrasi aplikasi layanan satu pintu.

Kepala Diskominfo Kudus, Dwi Yusi Sasepti menyebutkan, upaya integrasi layanan melalui aplikasi satu pintu menjadi salah satu arahan Presiden Joko Widodo saat penyerahan penghargaan Digital Government Award. Akan tetapi, sebelum ada arahan khusus dari Presiden, pihaknya telah mengkonsep aplikasi integrasi dengan tujuan memudahkan masyarakat.

“Apa yang diperintahkan oleh Presiden, Diskominfo Kudus sudah mempersiapkan hal itu. Karena semenjak penghargaan 2023 yang diterimakan di 2024 ini memang sudah menjadi perhatian kami. Sehingga di awal tahun lalu, kami dan tim sudah membuat konsep sederhana untuk membuat layanan satu pintu,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Kemenag Kudus: Madrasah Aman dan Sehat untuk Ciptakan Generasi Emas 2045

Lanjut Yusi, pelayanan digitalisasi di Kudus sudah dilaksanakan secara fungsional dan efisien. Tidak berbasis anggaran dengan memaksimalkan tenaga ahli untuk mengcover layanan digital. Termasuk hosting, server hingga pembuatan aplikasi.

“Ini jadi salah satu efisiensi yang dilakukan Diskominfo Kudus. Jadi OPD lainnya menyerahkan ke kami terkait proses, lalu kami buatkan coding dan lain-lain. Sehingga masyarakat akan masuk ke satu pintu dengan memaksimalkan semua layanan yang ada,” imbuhnya.

Pihaknya menargetkan aplikasi integrasi layanan digital segera dilaunching di awal 2025 nanti. Sehingga proses yang dilaksanakan lebih maksimal dan hasilnya lebih matang.

Baca juga:  Dishub Kudus Catat Ada 20 Titik Parkir Nontunai

“Karena kami bertanggungjawab terhadap data-data yang ada dalam aplikasi. Maka perlu proses perizinan ke pihak terkait. Termasuk data masyarakat Kudus,” tandasnya.

Yusi menjelaskan, indeks penilaian dapat diukur dari keberhasilan SPBE di suatu daerah. Pada 2022 lalu, Pemkab Kudus mendapat indeks 3,8. Dan pada 2023 kini naik dengan angka 4,23.

“Kenaikan signifikan ini berkat para tim Diskominfo yang telah berjibaku untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat. Jadi kami ucapkan banyak terimakasih kepada para tim dan mari lebih semangat untuk mempertahankan nilai ini,” jelasnya.

Baca juga:  Proses Penjaringan Calon Kepala Daerah DPC Partai PKS Kudus Terus Berlanjut

Dikatakannya, dengan indeks angka yang tinggi ini akan menjadi tugas Diskominfo untuk mempertahankan agar layanan digitalisasi benar-benar dinikmati masyarakat. Dan tentunya dengan dibarengi arahan Presiden. Yaitu integrasi layanan satu pintu.

Yusi berharap, dengan penghargaan yang diraih, layanan digital memberikan kemudahan dan pemanfaatan kepada masyarakat. Termasuk di tingkat desa yang sudah terfasilitasi laynaan digital.

“Tujuan peningkatan SPBE adalah meningkapan pelayanan kepada masyarakat. Kalau ternyata dapat apresiasi dari Pemerintah Pusat sebagai sebuah prestasi, itu adalah bonus,” harapnya. (cr1/fat)