Figur  

Jadikan Ibu sebagai Role Model Gapai Cita-cita

Areta Adzroo Imtitaznabilla
Areta Adzroo Imtitaznabilla. (DOK. PRIBADI/JOGLO JOGJA)

MENJADI dokter merupakan cita-cita sebagian masyarakat semasa kecil. Hal itu juga yang dirasakan Areta Adzroo Imtitaznabilla. Dengan menjadikan ibunya sebagai role model, membuat Areta berhasil lulus menjadi mahasiswa Prodi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan UGM (FK-KMK).

Areta, sapaan akrabnya mengatakan, sejak dari kecil ia bercita-cita untuk menjadi dokter, lantaran terinspirasi dari orang tuannya yang bekerja di salah satu rumah sakit. “Ketertarikan saya pada dunia kedokteran ini terinspirasi dari ibu saya yang bekerja sebagai tenaga kesehatan perawat di RSUD Sidoarjo. Ibu menjadi role model dalam membuat bercita-cita menjadi dokter sejak kecil,” ungkapnya, belum lama ini.

Baca juga:  Semangat Tampil di Hari Kesaktian Pancasila

Di awal kuliah, Areta mengaku harus beradaptasi karena merasakan kompetisi dengan teman seangkatannya. Meski sibuk kuliah, namun ia tetap menyisihkan waktu untuk aktif di kegiatan organisasi dan kepanitiaan di kampus.

“Pada tahun pertama kuliah, saya mengikuti organisasi CIMSA (Center for Indonesian Medical Students Activities). Berlanjut di tahun kedua banyak bergabung di TBMM (Tim Bantuan Medis Mahasiswa), serta organisasi mahasiswa tingkat fakultas,” tambahnya.

Meski sibuk berorganisasi, Areta mengaku hal itu tidak mengganggu perkuliahannya yang disibukkan dengan kegiatan kuliah, ujian dan praktikum. “Kuncinya konsisten dan harus tanggung jawab sama apa yang sudah dipilih. Saya dulu awal memasuki kedokteran juga sempat merasa stres karena materi, ujian, dan praktikum yang banyak. Namun, capek bukan berarti kita harus menyerah kan,” jelasnya.

Baca juga:  Terinspirasi dari Kakak, Efrida Ikuti Karate hingga Juara

Areta mengaku tidak mudah untuk mengejar kelulusan di prodi yang dipilihnya, mengingat banyaknya materi dan praktikum yang harus dipelajari untuk bisa menjadi lulusan dokter. Tapi berkat usaha dan ketekunannya, ia berhasil menjadi lulusan termuda. “Dalam kelulusan saya ini terdapat kesenangan yang lebih, karena saya juga mendapat predikat sebagai lulusan termuda di usia saya yang menginjak 20 tahun,” pungkasnya. (riz/abd)