Jepara  

Masuk Nominasi Lomba Desa Tingkat Provinsi, Pemkab Jepara Optimis Sabet Juara

MENINJAU: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat mengunjungi bazar UMKM di acara penilaian lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balaidesa Telukawur, Kecamatan Jepara, Selasa (7/6/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Jepara mengapresiasi kepada Pemerintah Desa Telukawur, Kecamatan Tahunan atas keberhasilannya dalam meraih juara 1 lomba desa tingkat kabupaten. Pasalnya, selain mendapatkan piala, piagam serta uang pembinaan, Desa Telukawur juga akan mewakili Jepara dalam lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah 2024.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta menyampaikan bahwa Desa Telukawur menjadi salah satu desa wisata di Kabupaten Jepara yang memiliki banyak inovasi dan dapat mengelola potensi wisata secara mandiri. Sehingga, ia optimistis jika Desa Telukawur bisa menjuarai tingkat Provinsi Jateng.

Optimistisnya itu mengaca pada 2023 lalu. Di mana Desa Plajan, Kecamatan Pakis Aji juga mendapat predikat sebagai desa terbaik ketika mewakili Kabupaten Jepara di ajang serupa tingkat Provinsi Jateng.

“Selamat kepada Desa Telukawur atas keberhasilan masuk nominasi 5 desa terbaik terbaik Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2024. Selanjutnya, akan diambil 3 desa terbaik di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Semoga lolos,” ungkap Edy saat sambutannya di Balaidesa Telukawur, Selasa (7/6/2024).

Baca juga:  DPRD Terima 5 Usulan Ranperda dari Pemkab
KETERANGAN: Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta saat memberikan sambutan di acara penilaian lomba desa tingkat Provinsi Jawa Tengah di Balaidesa Telukawur, Kecamatan Jepara, Selasa (7/6/2024). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

Tema yang diusung dalam lomba desa tingkat Provinsi Jateng Tahun 2024 ini adalah “Stabilitas Politik, Sosial, dan Ekonomi Mewujudkan Desa/Kelurahan Berdaya Saing Menuju Indonesia Emas”. Pemkab Jepara juga memberikan dukungan penuh pada ajang lomba tersebut dan memberikan hadiah senilai Rp 1 miliar untuk desa yang meraih juara satu.

Sebelumnya, lomba desa dilaksanakan pada Januari-Mei 2024 kemarin. Hingga akhirnya, Desa Telukawur berhasil keluar sebagai desa terbaik dan berhak maju ke tingkat Provinsi Jateng.

“Pemdes bersama BUMDes memberi sarana kepada warga untuk berjualan agar meningkatkan pendapatan. Salah satunya melalui sewa warung bambu dengan harga sewa yang sangat murah. Itu juga menjadi salah satu penilaian kami,” paparnya.

Baca juga:  Penyesuaian Masa Jabatan, Pj Bupati Jepara Kukuhkan 184 Petinggi

Senada juga diungkapkan Kepala bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Jawa Tengah Dedy Setiawan yang memberi apresiasi terhadap kinerja Pemdes Telukawur. Utamanya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyoroti, perkembangan masyarakat hari ini masih terkendala akan banyak hal. Seperti stunting dan kemiskinan. Oleh karenanya, keterlibatan kerjasama dengan stakeholder harus terjalin dengan baik guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

“Mau tidak mau harus bekerjasama dengan semua elemen. Karena, pihak Pemerintah Provinsi juga tidak bisa mengerjakan tanpa adanya keterlibatan masyarkat,” katanya.

Pihaknya pun berpesan agar memberikan kesempatan kepada pemuda Telukawur dalam mengembangkan desa. Sebab, peran pemuda dinilai penting lantaran banyak kreatifitasnya. “Tingkatkan inovasi lebih banyak lagi. Masyarakat, tokoh agama, dan pemuda diberikan kesempatan. Karena anak muda banyak kreatifitasnya,” tambahnya.

Baca juga:  Buka Gelar Karya Pendidikan, Pj Bupati Jepara: Jangan Ada Kekerasan Pada Anak

Sementara itu, Kepala Desa Telukawur Rokhman menjelaskan bahwa indikator keberhasilan dalam meraih juara, di antaranya Pemdes Telukawur telah berkontribusi pajak parkir wisata ke Pendapatan Anggaran Daerah (PAD) Kabupaten Jepara. Yakni, dengan nominal Rp 62 juta pada 2023.

Sedangkan, BUMDes berkontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes). Pada 2022 omzet BUMDes sebesar Rp 1,079 miliar berkontribusi ke PADes Rp 284,3 juta. Dan di 2023, omzet BUMDes naik menjadi Rp 1,667 miliar dengan kontribusi ke PADes sebesar Rp 315 juta.

“Tentu keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama antara masyarakat Desa Telukawur,” tutupnya. (cr4/gih)