Pedagang Hewan Kurban Bantul Keluhkan Harga Tinggi Akibat Panitia Beli Langsung ke Peternak

RAMAH: Terlihat salah satu pedagang sapi kurban di Tirtonirmolo, Ahmad Suraya saat menyambut kepala DKPP Bantul Joko Waluyo, beberapa waktu lalu. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Pedagang hewan kurban di Kabupaten Bantul mengeluhkan panitia hewan kurban atau pun takmir masjid yang mengajak warganya membeli hewan kurban langsung ke peternakan. Mereka menyebut, hal ini akan menyebabkan harga jual menjadi mahal.

Salah satu pedagang hewan kurban di Tirtonirmolo, Kasihan Ahmad Suwardi mengaku, kendala yang ia hadapi untuk mencukupi ketersediaan sapi disebabkan oleh dua faktor. Pertama adalah pengaruh penyakit kuku dan mulut (PMK) yang menyebabkan petani di wilayah tempat mengambil sapi, yakni Sadeng dan Rongkop, Gunungkidul tidak beternak lagi.

Baca juga:  Luas Areal Tanam Padi di Bantul Diperkirakan Menyusut

“Kemudian yang kedua, harga di tingkat petani itu sekarang sangat tinggi karena setiap kampung peternak mengajak pengurus masjid membeli sapi di kampungnya. Sehingga harga sapi sangat tinggi,” ungkapnya, belum lama ini.

Suwardi mengatakan, tahun lalu dirinya mampu menjual sekitar 80 ekor sapi. Sementara tahun ini, meskipun stok sapinya sudah habis terjual, jumlah sapi yang tersedia di kandangnya hanya sebanyak 63 ekor.

“Sehingga, meskipun pesanan masih banyak, saya terpaksa harus menutup permintaan karena kesulitan mencari stok barang. Meskipun permintaan tahun ini stabil seperti tahun kemarin,” ujarnya.

Baca juga:  Inspektorat Bantul Turun Tangan Selesaikan Polemik Seleksi Carik Kalurahan Tamanan

Sementara itu, pedagang sapi lain, Ahmad Suraya juga mengatakan, meskipun banyak takmir dan panitia kurban membeli langsung ke peternakan, dirinya tidak mendapatkan kesulitan untuk menyediakan hewan kurban. Hal itu karena sudah memiliki hubungan emosional dengan peternak.

“Memang takdir Jogja maupun panitia kurban banyak yang ambil langsung ke peternakan di Gunung Kidul, jadi pengaruhnya di harga. Tapi alhamdulillah terkait pengadaan tidak ada masalah,” ujarnya. (nik/abd)