Tiga Kekerasan Terjadi di Bantul dalam Empat Hari

Kapolres Bantul AKBP Michael R Risakotta. (JANIKA IRAWAN/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam waktu empat hari, terjadi tiga peristiwa kekerasan di Kabupaten Bantul. Pertama kekerasan yang dilakukan siswa SMP Taman Dewa Jetis menyerang SMP N 1 Kasihan yang menyebabkan seorang satpam mengalami luka-luka pada Kamis (30/5). Kedua, tawuran antara warga yang berselisih paham di Jembatan Kali Code, Wonokromo, Pleret, Ahad (2/6). Lalu yang ketiga yaitu pembacokan yang dilakukan oleh gerombolan remaja kepada seorang pengemudi ojek online (ojol) di Sewon, Ahad (2/6).

Menanggapi hal itu, Kapolres Bantul, AKBP Michael R Risakotta menegaskan, pihaknya akan melakukan proses hukum kepada para pelaku kejahatan jalanan tersebut. Walaupun kebanyakan dari pelaku yang terlibat masih di bawah umur. “Walaupun mereka belum bisa ditahan, tapi kami pastikan akan melakukan proses hukum kepada para pelaku,” ujarnya, Senin (3/6/24).

Baca juga:  DKPP Bantul: Serangan Hama Wereng Coklat Terkendali

Menurutnya, harus ada tindakan tegas agar para pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya lagi. Selain itu, Polres Bantul juga akan meningkatkan upaya-upaya preventif untuk mencegah kejadian tersebut berulang. Salah satunya yaitu dengan meningkatkan patroli, khususnya pada malam hari.

“Kita akan terus melaksanakan patroli skala besar untuk menekan angka kejahatan di wilayah Bantul. Terutama aksi kejahatan jalanan,” katanya.

Polres Bantul juga menyiagakan Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) di beberapa titik yang dianggap rawan, seperti simpang empat Dongkelan, simpang empat Wojo, simpang empat Madukismo, simpang empat Tamantirto, dan wilayah Blok O. Polres Bantul juga akan mendapatkan tambahan kekuatan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Satbrimobda Polda DIY.

Baca juga:  MTsN 9 Bantul Tebar Kasih Sayang lewat Pembagian Sembako

Khusus untuk mengantisipasi kejahatan jalanan yang dilakukan remaja, Satbinmas Polres Bantul juga akan melakukan penyuluhan ke sekolah-sekolah. “Satbinmas juga akan melakukan razia di sekolah-sekolah untuk mencegah terjadinya tawuran,” imbuhnya.

Lebih lanjut Michael mengimbau kepada para orang tua murid agar memperhatikan anaknya ketika waktu pulang sekolah, namun belum sampai ke rumah supaya dicari. Jangan sampai mereka melakukan aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain, karena dapat merusak masa depan mereka.

“Kami juga mengajak kepada masyarakat jika melihat banyak pelajar yang berkerumun dan melakukan aksi tawuran, agar menghubungi kepolisian terdekat, bisa juga menghubungi Call Center Kepolisian 110,” tutupnya. (nik/abd)