Kudus  

Jumlah Hewan Kurban di Kudus Diprediksi Meningkat

PASTIKAN: Dispertan Kudus sedang melakukan pemeriksaan hewan ternak di Karangmalang, Kecamatan Gebog, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten Kudus melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) memperkirakan jumlah hewan kurban pada 2024 mengalami peningkatan. Menurut perhitungan, dimungkinkan naik 5-10 persen atau sebanyak 10.500 ekor. Hewan tersebut meliputi sapi, kerbau, kambing, dan domba.

Berdasarkan data yang dihimpun, pemotongan hewan sapi, kerbau, kambing dan domba terhitung 2021 sebanyak 11.028 ekor. Lalu, 2022 sebanyak 11.924 ekor dan 2023 sebanyak 9.497 ekor. Diprediksi 2024 dimungkinkan naik 5-10 persen atau sekitar 10.500 ekor.

Kabid Peternakan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Arin Nikmah mengatakan, mengingat saat ini kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) berada dilevel sangat rendah. Sehingga masyarakat lebih yakin dalam hal pembelian hewan ternak.

Baca juga:  Usai Mendapatkan Rekom, DPD Nasdem Kudus All Out Menangkan Sam'ani-Belinda

“Jelang hari raya Iduladha, hewan ternak yang biasa digunakan adalah kambing, domba, sapi dan kerbau. Untuk sapi dan kerbau ini populasinya menurun. Hal ini juga dialami hampir sebagian besar wilayah,” ujarnya kepada Joglo Jateng, belum lama ini.

Pada populasi hewan yang menurun, ia tidak bisa memenuhi permintaan masyarakat secara mandiri. Solusinya tetap mencari hewan ternak diluar daerah. Kemudian pedagang ternak di Kudus sudah memasukan hewan ternak dari luar daerah untuk pemenuhan kebutuhan.

“Kelemahan permintaan di Kudus ini pada hewan kerbau. Di Kudus hanya sekitar 1.700 ekor. Apabila permintaan dirasa kurang, pemotongan hewan kerbau pasti datangkan dari luar daerah,” ungkapnya.

Baca juga:  Penjaringan Diperpanjang, Lima Orang Telah Kembalikan Berkas

Sementara untuk populasi hewan kambing dan domba aman tercukupi. Melihat populasi kambing ada sekitar 40.000 ekor dan domba sekitar 30.000 ekor. Dengan demikian, dinas tetap melakukan pantauan pada hewan-hewan ternak.

“Berkaitan ternaknya, kami memberikan aspek penjaminan kesehatan hewan yang bisa dikontrol di dalam daerah. Selain itu, melakukan vaksinasi untuk memastikan ternak dari Kudus sudah tervaksin PMK. Sedangkan ternak dari luar, kami berkomunikasi dengan pedagang untuk melakukan pemeriksaan ke lokasi tersebut,” terangnya.

Ia mengimbau kepada masyarakat untuk pembelian ternak sebisa mungkin dipilih ternak yang memang sehat. Dibuktikan dengan pemasangan irtek. Sebagai upaya pendampingan, ia memastikan bahwa hewan kurban secara kesehatan sampai tingkat konsumsi sudah terjamin aman sehat utuh dan halal. (cr3/fat)