Pencatatan Nikah Semua Agama Belum Ada Kelanjutan

NIKAH: Sepasang pengantin sedang menunjukkan buku nikah di Rembang, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Kementerian Agama (Kemenag) akan menjadikan Kantor Urusan Agama (KUA) sebagai tempat pernikahan semua agama di Indonesia. Hal itu berdasarkan Undang-undang (UU) Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan. Pasalnya, pencatatan perkawinan yang diselenggarakan Kemenag melalui pegawai pencatat nikah.

Kepala Kemenag Kabupaten Rembang, Moh. Muchson mengatakan, selama ini KUA berfungsi sebagai tempat pencatatan pernikahan umat Islam saja. Sedangkan pencatatan nikah agama lain dilakukan di Kantor Pencatatan Sipil.

“Wacana pencatatan nikah semua agama di KUA dalam hal ini sebagai lembaga diberi kewenangan untuk melakukan pencatatan pernikahan sampai hari ini untuk orang Islam. Untuk agama lain yang punya kewenangan melakukan pencatatan masih di pencatatan sipil,” terangnya belum lama ini.

Baca juga:  Rembang Sabet Lomba Jambore Pokdarwis Se-Jateng 2024

Dengan mengembangkan fungsi KUA sebagai tempat pencatatan pernikahan agama, pihaknya berharap data-data pernikahan dan perceraian dapat lebih terintegrasi. Bukan hanya tempat pencatatan pernikahan, aula-aula KUA diharapkan dapat digunakan menjadi tempat ibadah sementara bagi non-Muslim yang masih kesulitan mendirikan rumah ibadah.

“Memang benar, wacana dari Kemenag Pusat kedepan KUA akan diberikan kewenangan untuk melakukan pencatatan perkawinan semua agama. Tentu, sebagai lembaga pemerintah bekerja berdasarkan aturan perundang-undangan. Maka kami ya tunduk kepada aturan,” ungkapnya.

Namun sampai saat ini, aturan tersebut masih belum ada kelanjutannya dalam memberikan kewenangan kepada KUA untuk melakukan pencatatan perkawinan semua agama. Hanya sebatas melakukan pencatatan perkawinan bagi orang Islam saja.

Baca juga:  Kemenag Rembang Sebarkan Aturan Study Tour Bagi Madrasah

“Kami akan mengikuti dinamika perubahan yang ada, bila nanti ada ketentuan terkait pencatatan perkawinan semua agama, tentu kami akan taat dan akan kami patuhi. Kami ini hanya pelaksana saja,” tuturnya. (cr3/fat)