Kudus  

Proses Penjaringan Calon Kepala Daerah DPC Partai PKS Kudus Terus Berlanjut

DIALOG: Tampak Ketua DPC Partai PKS Kudus Sayyid Yunanta beserta jajaran tim penjaringan pendaftaran Pilkada 2024, belum lama ini. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Proses penjaringan Calon Kepala Daerah (Cakada) DPC Partai PKS Kudus terus berlanjut. Dari beberapa kandidat yang sudah mendaftar di partai tersebut, ada beberapa tahapan yang harus mereka penuhi dan dilaksanakan.

Ketua DPC Partai PKS Kudus, Sayyid Yunanta mengatakan, untuk proses penjaringan pendaftaran Cabup-Cawabup dilaksanakan mulai 1 Juni hingga 10 Juni 2024. Menurut jadwal yang sudah ditentukan, nantinya internal DPC akan ikut menyeleksi kandidat Pilkada 2024.

“Jadi nanti kita akan melakukan proses penjaringan di internal kami di periode itu. Sampai saat ini kita belum melakukannya. Setelah selesai kita buat laporan ke DPW untuk kemudian disampaikan ke DPP,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Rabu (5/6/2024).

Baca juga:  Ribuan Pekerja Kota Kretek Telah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

Lebih lanjut, nantinya nama ketujuh calon kandidat itu akan dimasukkan ke laporan DPC untuk dilanjutkan ke DPW Partai PKS Kudus. Intinya semua masukan ihwal pencalonan ada di laporan tersebut dan tidak ada yang dikurangi sedikitpun.

“Kita menyampaikan beberapa hal dari kita penilaian masing calon-calon kita beri nilai. Jadi nanti biar dari DPP menyimpulkan sendiri. Mereka nanti memberikan penjelasan ke kita atas laporan yang kita berikan kita,” bebernya.

Pastinya, kata dia, siapa yang diberi rekom dasarnya itu diambil dari juklat resmi DPP yang telah dikeluarkan. Oleh sebab itu, proses yang sekarang dijalankan ditingkat daerah itu baru proses penjaringan.

Baca juga:  TMMD Jalan dan Jembatan di Desa Puyoh Telah Rampung

“Kemudian setelah itu melakukan skoring penilaian disitu yang mendaftar disitu lalu disampaikan ke atas/DPP,” ucapnya.

Sebagai informasi, untuk pendaftaran Bacabup maupun Bacawabup via DPC Partai PKS Kudus ada beberapa kandidat. Diantaranya, mantan Sekda Kudus, Samani Intakoris, dokter muda Bellinda Putri Sabrina Birton, seorang pengusaha Imam Baikuni dan seorang guru SMK RUS, Abdul Fatiq. (adm/fat)