Pati  

Rumah Dirampok, Dua Warga Pucakwangi Disekap & Dianiaya

TKP: Kondisi rumah Siti Muawanah, warga Desa Sokopuluhan Pucakwangi Pati, korban perampokan, Selasa (4/6/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Rumah Siti Muawanah (47), warga Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati dirampok. Para pelaku perampokan sempat menyekap dan menganiaya penghuni rumah tersebut.

Keluarga Korban, Ahmad Rozi mengungkapkan, perampokan ini terjadi sekitar pukul 01.00 dinihari. Saat kejadian, rumah tersebut tinggali oleh Siti Muawanah dan ibunya yang bernama Mafuah. Pelaku perampokan masuk lewat pintu sebelah kanan atau samping dinding rumah korban.

“Kejadian ini kurang lebih jam 1 malam. Jadi masuk rumah membobol pintu samping. Tuan rumah baru sadar ketika dibekap,” ujar dia, Selasa (4/6/24).

Baca juga:  Sampah Berserakan di Pinggir jalan Jakenan-Winong

Setelah itu, korban diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang dan brangkas miliknya. Korban sempat menolak permintaan pelaku tapi kemudian dianiaya.

“Karena korban tidak mau kemudian terjadi penganiayaan. Setelah mulut, wajahnya dilakban tinggal matanya saja. Kemudian tangannya juga dilakban. Yang satu dimasukkan kamar, yang satu disuruh menunjukkan brangkas,” terangnya.

Ia menyebut, pelaku perampokan berjumlah enam orang yang membawa senjata tajam. Mereka berhasil menggasak harta benda korban yang ditaksir totalnya mencapai Rp 1 miliar lebih.

“Setelah itu kemudian pergi. Yang masuk rumah ada enam orang membawa celurit. Yang hilang di antaranya uang tunai 40 juta dikembalikan 8 juta, dan emas 1 kilogram. Karena ini pedagang emas. Kurang lebih nominalnya Rp 1 miliar lebih,” bebernya.

Baca juga:  Raperda Cagar Budaya Mulai Digodok

Berdasarkan laporan dari pihak kepolisian, pelaku menggasak harta benda korban senilai Rp 1.037.000.000,00. Dengan rincian, uang tunai milik korban senilai Rp 32 juta, perhiasan emas berat sekitar 1 kilogram senilai Rp 1 miliar dan 2 HP senilai Rp 5 juta.

“Selain barang yang ada di dalam brankas, pelaku juga mengambil 2 buah HP milik korban atau pelapor. Setelah itu pelaku mengikat tangan dan kaki korban atau pelapor menggunakan lakban lalu mendudukkan korban diatas spring bed tempat tidur yang semula korban gunakan untuk tidur,” ujar Kapolsek Pucakwangi AKP Suwarno. (lut/fat)