Tangani RTLH, Pemkab Kudus Salurkan 140 Rumah Swadaya

SERAH TERIMA: Pemkab Bantul saat menyerahkan bantuan rumah swadaya secara simbolis kepada warga, belum lama ini. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

BANTUL, Joglo Jogja – Dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan hidup, infrastruktur, dan pengelolaan risiko bencana, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul salurkan bantuan Rumah Swadaya untuk menanggulangi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Bantul. Setidaknya, Pemkab akan menyalurkan bantuan kepada 140 warga yang tersebar di 7 kalurahan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bantul Fenty Yusdayati menyampaikan, pemenuhan rumah yang sehat dan layak huni harus terus ditingkatkan serta dijadikan prioritas pembangunan di Bantul. Hal ini juga yang tertuang di misi keempat Bantul, yaitu peningkatan kualitas lingkungan hidup, infrastruktur dan pengelolaan risiko bencana.

Baca juga:  Dorong Kreativitas, School Expo PAUD Digelar

“Kegiatan ini adalah bukti nyata bahwa kebijakan Pemkab Bantul selalu memprioritaskan kegiatan yang berkaitan dengan masalah kesejahteraan sosial, infrastruktur, serta peningkatan SDM masyarakat Bantul. Oleh sebab itu, kami terus berkomitmen meningkatkan kualitas rumah sehingga warga dapat menghuni rumah yang layak,” tutur Fenty, belum lama ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Aris Suharyanta mengatakan, program ini dilaksanakan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu agar memiliki rumah yang lebih layak huni. “Sehingga warga dapat memiliki rumah dengan konstruksi atap, dinding, lantai, sanitasi, dan akses air minum yang memadai,” ujarnya.

Baca juga:  Sultan HB X Ingatkan Pemkab Gunungkidul Perketat Proses Investasi

Aris juga menjelaskan, dalam catatan DPUPKP Bantul, sejak 2019 ada sebanyak 6.381 unit rumah yang memerlukan bantuan. Dari pendataan tersebut, pada 2020 mulai dilaksanakan pemberian bantuan RTLH kepada masyarakat yang layak menerima.

Sementara, pada rentang waktu tahun 2020-2023 DPUPKP Bantul telah membantu RTLH sebanyak 3.800 unit, sehingga tersisa 2.581 unit. Adapun penerima bantuan rumah swadaya ini tersebar di tujuh kalurahan.

“Tujuh Kalurahan itu yakni Kalurahan Murtigading, Srigading, Poncosari, Srihardono, Selopamioro, Timbulharjo, dan Banguntapan. Dari ke tujuh kalurahan tersebut, sebanyak 140 warga akan menerima bantuan rumah swadaya,” tandasnya. (nik/abd)