Jepara  

Unisnu Siap Jalin Kerjasama dengan Pemkab Jepara

Rektor Unisnu, Abdul Djamil.
Rektor Unisnu, Abdul Djamil. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Abdul Djamil ditetapkan sebagai rektor baru Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara periode 2024-2028. Setelah ditetapkan dirinya berkomitmen untuk menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Selain di bidang pendidikan, penguatan program serta inisiatif baru yang sejalan dengan perkembangan sosial masyarakat turut menjadi hal utama dalam jalinan kerja sama. Lantaran, pihaknya menilai bahwa Kabupaten Jepara memiliki banyak potensi. Seperti di bidang industri, meubel, dan wisata.

“Utamanya adalah komitmen kita untuk menjalin kemitraan dengan pihak-pihak yang memiliki potensi yang besar. Sebagai upaya untuk mengembangkan masyarakat dan mencerdaskan bangsa,” jelas Abdul Djamil kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  Jelang Iduladha, DKPP Jepara Gencar Lakukan Pemeriksaan

Menurutnya, kerja sama yang dibangun merupakan penguatan lanjutan dari pihak Unisnu. Program yang telah ada harus berjalan dinamis, berkembang. Serta dapat menyesuaikan perkembangan budaya masyarakat yang selalu berubah. Adapun kerja sama itu menyasar bidang teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga regionalisme.

“Kebetulan Kampus Unisnu ada prodi yang kita kembangkan yang sejalan dengan proses pembangunan masyarakat kita,” tambahnya.

Dengan adanya kerja sama tersebut, pihaknya berharap, apa yang menjadi cita-cita bersama dapat terlaksana. Sehingga, permasalahan pendidikan di Jepara dapat ditangani dan kemaslahatan umat terjaga dengan baik.

Baca juga:  Penyesuaian Masa Jabatan, Pj Bupati Jepara Kukuhkan 184 Petinggi

“Kami dan Pj Bupati Jepara telah menyampaikan komitmen untuk menghadapi problem atau masalah ke depan. Kami siap menjadi mitra dari Pemkab Jepara,” ungkapya.

Sementara itu, terkait kenaikan uang kuliah tunggal (UKT) yang diberlakukan di sejumlah perguruan tinggi, ia menilai bahwa sebagai perguruan tinggi, seharusnya kampus memiliki komitmen tidak memberatkan mahasiswa. Utamanya, bagi mahasiswa yang memiliki kemampuan intelektual tinggi, namun terkendala ekonomi.

Sebab, kampus menjadi wadah untuk mencetak sumber daya manusia (SDM) guna melahirkan pemimpin di masa yang akan datang. “Jadi jangan sampai ya, negeri ini lalu ada orang yang terpinggirkan tidak bisa belajar hanya karena problem ekonomi. Padahal ia punya kemampuan intelektual tinggi,” tegasnya. (cr4/fat)