Kudus  

BPS Kudus Canangkan 2 Desa Cantik sebagai Pilot Project

SERAHKAN: Penyerahan SK Desa Cantik kepada Desa Jurang dan Desa Gulang sebagai pilot project di Hotel Kenari, Rabu (5/6/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kudus mencanangkan dua desa cantik sebagai pilot project pada 2024. Dua desa ini dari Desa Jurang, Kecamatan Gebog dan Desa Gulang, Kecamatan Mejobo. Keduanya akan dibina untuk menjadi pionir yang menularkan ilmunya kepada desa lain tentang tata kelola statistik.

Kepala BPS Kudus, Eko Suharto mengatakan, adanya pembinaan ini penting untuk memenuhi kebutuhan mereka. Selain itu, mereka juga butuh data sebagai perencanaan, evaluasi, dan program yang akan dijalankan.

“Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan tata kelola data di desa sesuai dengan yang digariskan. Ada standar yang harus dipenuhi sehingga data itu menghasilkan data yang baik dan akurasinya juga baik,” harapnya, Rabu (5/6/24).

Baca juga:  PMII Kom Suku Cetak 182 Kader Mujahid

Sementara itu, Ketua Tim Desa Cantik, Agung Kusuma menjelaskan, kegiatan ini dalam rangka mengimplementasikan tata kelola statistik untuk melakukan pembinaan kepada desa lain. Khususnya dalam hal pengelolaan data statistik sektoral.

“Dua desa ini layak dijadikan sebagai pilot project. Karena memiliki sarana komunikasi internet sudah bagus, SDM perangkat desa memadai, dan sudah koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait,” terangnya.

Dia menjelaskan, BPS ini dibagi menjadi tiga sektor dalam tata pengelolaan. Pertama, statistik dasar yang dikelola oleh BPS itu sendiri. Kedua, statistik sektoral meliputi Kementerian, lembaga pemerintah, OPD, dan Desa. Ketiga, statistik khusus yang dilakukan oleh perusahaan, kampus dan lain-lain.

Baca juga:  Petugas Kesehatan Imbau Empat Hal untuk Jemaah Haji

“Proses pembinaan di Kudus, per Mei sudah melakukan koordinasi dengan camat, desa, dan Dinas PMD untuk melihat upaya perkembangan di desa,” ungkapnya.

Langkah selanjutnya pada 2025, pihaknya akan menunggu program dari pusat. Komitmen yang dipegang saat ini yaitu mendampingi dua desa itu menjadi narasumber pengembangan tata kelola di desa lain.

“Sekarang fokus pengembangan menuju award diakhir tahun. Secara nasional akan dipilih desa cantik terbaik. Nah, kita mencoba memenuhi pendukung itu melalui tahapan yang ada, baik itu undangan pembinaan, notulensi dan lain-lain,” pungkasnya. (cr3/fat)