Disdik Kota Semarang Buka Jalur Prestasi untuk PPDB SMP Tahun Ini

Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang sekaligus Sekretaris PPDB 2024, Fajriah
Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang sekaligus Sekretaris PPDB 2024, Fajriah. (FADILA INTAN QUDSTIA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Pada teknis Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Semarang membuka jalur prestasi untuk pendaftar SMP. Hal ini mengingat pada PPDB sebelumnya banyak siswa yang ingin bersekolah seperti di SMPN 5 Semarang, padahal tempat tinggalnya di Kecamatan Gunungpati atau Mijen.

Sub Koordinator Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan SMP Disdik Kota Semarang sekaligus Sekretaris PPDB 2024, Fajriah mengukapkan, dari total daya tampung tiap sekolah, pihaknya memberikan kuota sebanyak 15 persen untuk siswa yang masuk lewat jalur prestasi. Penerimaan jalur ini dilakukan dengan pemeringkatan nilai rapor siswa.

“Pendaftar tidak harus memiliki piagam. Jadi mereka yang sudah memiliki rapor saja itu bisa masuk jalur prestasi. Kemudian jika dia memiliki piagam kejuaraan bisa menjadi nilai tambah,” ucapnya saat ditemui Joglo Jateng, belum lama ini.

Baca juga:  Pemprov Jateng Dorong Peningkatan Pemberdayaan Perempuan Lewat Wirausaha

Ia menambahkan, ada aturan PPDB di Kota Semarang yang berbeda dari yang lain. Yaitu adanya Nilai Penguatan Pendidikan Karakter (NPPK) bagi calon pendaftar yang pernah mengaji di TPQ atau kegiatan keagamaan lainnya. Ada juga yang berkaitan dengan aktivitas budaya siswa. Seperti contohnya untuk anak yang menjadi dalang cilik.

“Piagam dan NPPK ini harus diunggah oleh pihak sekolah masing-masing kemudian diverifikasi di Disdik,” jelas Fajriah.

Ia juga menjelaskan, jumlah kuota pada masing-masing jalur khusus SMP terbagi menjadi empat. Di antaranya jalur zonasi sebanyak 55 persen, afirmasi 25 persen, mutasi sebesar 5 persen, dan prestasi 15 persen dari total daya tampung tiap sekolah. Selain itu, hal yang menjadi istimewa pada PPDB tahun ini yaitu adanya siswa cadangan yang. Sistem ini tidak ada di tahun sebelumnya.

Baca juga:  Mendag Zulkifli Hasan Pantau Stok dan Harga Bapok di Pasar Karangayu

“Jadi cadangan itu dihitung 3 persen dari daya tampung. Untuk cadangan mereka muncul setelah pengumuman kemudian di bawahnya muncul (daftar, Red.) siswa cadangan (di sistem PPDB, Red.), Jadi yang berhak menghubungi para cadangan ini dari masing-masing satuan pendidikan,” ungkapnya.

Menurut Fajriah, sistem cadangan ini digunakan karena ada kemungkinan setelah pengumuman ada calon siswa yang diterima di sebuah sekolah, namun tidak melakukan daftar ulang. Sehingga kursi kosong bisa diisi oleh siswa lainnya.

“Andaikan semua mereka daftar ulang semua ya sudah berarti cadangan tidak dipakai. Bisa masuk jika ada yang keluar atau tidak daftar ulang,” katanya.

Baca juga:  1.725 Peserta UM-PTKIN 2024 Ikuti Ujian di UIN Walisongo

Pada saat launching PPDB Reguler hari ini, pihaknya mengundang semua orang tua murid secara hybrid. Bagi yang tidak bisa di lokasi kegiatan, bisa mengikuti melalui via live streaming.

“Jadi PPDB ini kita sosialisasian besar-besaran dan setelah itu ada sosialisasi per kecamatan. Karena kalau yang hybrid itu diprediksi pertanyaan-pertanyaan yang diajukan tidak tersampaikan dengan maksimal,” tutupnya. (int/adf)