Kudus  

Dispertan Kudus Fasilitasi Pelatihan Pengolahan Daging

OLAH: Ibu-ibu PKK sedang belajar bersama Owner Dapur Bayakis mengolah daging menjadi Gohyong di Kecamatan Gebog, Rabu (5/6/24). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Kabupaten Kudus memberikan pelatihan pengolahan daging sebagai pilihan menu makanan menjelang Hari Raya Idul Adha. Dalam pengolahan ini daging tersebut diolah menjadi gohyong dan ekado.

Kepala Dispertan Kudus, Didik Tri Prasetya menyampaikan, sektor peternakan memiliki nilai strategis dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat yang terus mengalami peningkatan. Bahkan juga mampu berkontribusi dalam menumbuhkan peluang ekonomi masyarakat.

“Kami berupaya membuat sejumlah strategi pengembangan peternakan. Khususnya pengolahan pasca panen melalui kegiatan pelatihan olahan produk pangan asal ternak berbasis dasar daging diolah menjadi gohyong dan ekado,” kata Didik.

Baca juga:  DPRD Kudus Usulkan Ranperda Pemulasaraan Jenazah

Sementara itu, Kabid Peternakan pada Dispertan Kudus, Arin Nikmah menjelaskan, kegiatan ini tujuannya untuk menambah informasi pengolahan produk pangan asal ternak yang bernilai ekonomi. Serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan sektor usaha olahan pangan asal ternak skala kecil-rumah tangga dalam rangka meningkatkan pendapatan.

“Untuk menambah informasi dan wawasan bagi masyarakat sekitar. Sebagai penambah informasi olahan daging ini menjadi beragam supaya kedepan penyajian daging bisa berpeluang untuk usaha rumah tangga,” ungkapnya.

Kegiatan pelatihan ini diikuti sebanyak 50 peserta di setiap lokasi seperti kader PKK tingkat desa, kader PKK tingkat kecamatan, dan perwakilan petugas penyuluh pertanian di kecamatan setempat. Kegiatan ini berlangsung pada 4-5 Mei di Kecamatan Gebog dan Kecamatan Dawe.

Baca juga:  BPS Kudus Canangkan 2 Desa Cantik sebagai Pilot Project

“Ada dua jenis ragam daging  yang diolah yaitu Ekado dan gohyong. Ini bisa memberikan edukasi para ibu-ibu. Bisa melihat ini sebagai potensi bisnis yang ditingkatkan di skala wirausaha,” terangnya. (cr3/fat)