Jepara  

Gus Haiz Dorong Peningkatan PAD di Sektor Pariwisata

OPTIMISTIS: (Dari kiri), Kepala Bidang Komunikasi Diskominfo Heru Purwanto, Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif, dan Kepala Disparbud Moh Eko Udyyono saat dialog interaktif di Radio Kartini FM, Jepara, Kamis (6/6/2024). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Ketua DPRD Jepara Haizul Ma’arif mendorong kepada Pemerintah Kabupaten Jepara maupun desa untuk memaksimalkan potensi desa, utamanya di sektor pariwisata. Hal itu, untuk menggenjot peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Memang memulainya berat. Maka yang diperlukan adalah action. Tentu dengan kajian yang matang bisa optimal bagi potensi daerah, desa maupun kabupaten,” ungkap Gus Haiz sapaannya saat menjadi pembicara di acara Dialog Interaktif bertajuk “Menggali Potensi PAD dari Sektor Pariwisata” di Radio Kartini FM, Kamis (6/6/2024).

Diketahui, pada 2024 ini Kabupaten Jepara menargetkan Rp 5,7 miliar dari PAD sektor wisata. Hingga Juni 2024, pendapatan dari pariwisata sudah terkumpul sebanyak Rp 2,1 miliar.

Baca juga:  Banyak di Keluhkan, Bekas Rel di Perempatan Mayong Sering Jatuhkan Pengendara

Gus Haiz menguraikan bahwa DPRD Jepara telah menyesuaikan peraturan daerah terkait pajak dan retribusi. Menurutnya, pada 2022 PAD yang terkumpul sebanyak Rp 2,5 miliar dan meningkat sebanyak Rp 3,4 miliar di 2023.

“Kita tentu ingin mengevaluasi dan mendukung bagaimana untuk terus digenjot. Kita ingin melihat sejauh mana peningkatan PAD yang diperoleh dari sektor pariwisata. Karena dulu free setiap hari kecuali Sabtu-Minggu,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jepara Moh Eko Udyyono menyampaikan, pihaknya meyakini bahwa Jepara memiliki potensi yang amat besar. Terlebih, pariwisata di Jepara memiliki multiplier effect yang berpengaruh pada unit usaha.

Baca juga:  Masuk Nominasi Lomba Desa Tingkat Provinsi, Pemkab Jepara Optimis Sabet Juara

“Pariwisata bisa menjadikan peluang usaha bagi seluruh masyarakat. Membuka peluang kerja dan menyingkirkan pengangguran,” ujarnya. (cr4/gih)