Jepara  

Anggaran tak Kunjung Cair, Sejumlah Cabor di Jepara Mandek

Ketua KONI Kabupaten Jepara Syamsul Anwar.
Ketua KONI Kabupaten Jepara Syamsul Anwar. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sejumlah cabang olahraga (cabor) di Jepara harus menelan pil pahit. Lantaran, anggaran dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Jepara tak kunjung cair. Akibatnya, kegiatan olahraga, baik pembinaan atlet maupun kompetisi harus berjalan mandek.

Ketua Umum KONI Jepara, Syamsul Anwar mengatakan, saat ini memang terdapat kendala dalam pencairan anggaran untuk kegiatan cabor. Pihaknya tak menepis hal itu. Karena harus menyesuaikan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).

Kendala tersebut disinyalir karena adanya kebutuhan yang dinilai lebih penting dari pemerintah kabupaten. Bahkan, Palang Merah Indonesia (PMI) Jepara juga turut merasakan atas kemandekan anggaran tersebut.

Baca juga:  Pemkab Jepara Gelar Sosialisasi ke Instansi Pendidikan

“Ada anggaran KONI untum keperluan operasional kantor juga belum cair. Tidak hanya KONI, ada juga instansi lain seperti Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jepara juga merasakannya,” terangnya.

Terlebih, saat ini ada beberapa atlet dari 15 cabor mendapatkan undangan untuk mewakili Provinsi Jawa Tengah dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XII Aceh-Sumatera 2024. “Semoga kendala tersebut, tidak menganggu konsentrasi atlet dalam persiapan PON 2024,” terangnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Kesra Setda Jepara, Agus Bambang Lelono membeberkan, faktor keterlambatan anggaran, dikarenakan adanya perubahan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 20 Tahun 2021. Jika 2023, hibah yang masuk ke KONI biasanya masuk pada April.

Baca juga:  Disparbud Jepara Lakukan Inventarisasi Cagar Budaya

“Saat ini, sudah kami ajukan ke BPKAD,” ujar Bambang.

Ia menambahkan, anggaran KONI pada 2024 sekitar Rp 5 miliar. Jumlah tersebut untuk semua kebutuhan. Baik operasional kantor maupun kegiatan cabor yang meliputi pembinaan atlet dan kompetisi internal.

Keterlambatan itu, tidak hanya dirasakan oleh cabor saja, melainkan bidang Pramuka seperti pesta siaga. Sembari menunggu, pihaknya memohon kepada pengurus tersebut untuk lebih kreatuf dan inovatif. Sehingga, kegiatan tetap berjalan dengan baik.

“Sambil menunggu cair, pengurus bisa kreatif untuk menghidupkan. Semoga di bulan Juni ini bisa cair,” tutupnya. (cr4/fat)