Kudus  

BUMDes Duren Mulia Segera Launching Minimarket

SIAP: Salah satu perangkat Desa Padurenan memperlihatkan bangunan kios milik BUMDes Duren Mulia yang akan diluncurkan Agustus mendatang di Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, baru-baru ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Duren Mulia Desa Padurenan, Kecamatan Gebog, rencananya akan meluncurkan minimarket Agustus mendatang. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, daya beli masyarakat dan Pendapatan Asli Desa (PAD).

Kepala Desa Padurenan, Thoni Hermawan menjelaskan, pembentukan BUMDes awal mulai penyusunan sejak 2022 lalu. Ada beberapa program yang sudah diinisiasi dengan baik. Namun, hal itu perlu waktu dalam mempersiapkan segalanya.

“Awalnya kita memiliki rencana membuat usaha Pertashop, setelah kita masuk ke Pertamina tidak bisa. Karena Pertashop sendiri belum ada MOU dengan Kemendes. Yang bisa itu seperti PT, CV, koperasi atau perorangan,” terangnya kepada Joglo Jateng belum lama ini.

Baca juga:  Kemenag Kudus Sampaikan Empat Indikator Moderasi Beragama

Kemudian, ia mencari solusi lain dengan usaha minimarket. Dengan begitu sudah ada beberapa vendor yang bisa diajak kerja sama. Dilain sisi setelah pihaknya melakukan studi banding, munculah kerja sama dengan NU Mart. Nantinya produk NU Mart ini juga bisa memberi kontribusi kepada lembaga yang ada di desa.

“Setelah ngobrol panjang proses NU Mart ini, kami langsung menyediakan tempat ukuran 20×8 meter persegi dan modal Rp 300 juta,” jelasnya.

Dalam pembentukan tersebut, juga disusun perjanjian yang sudah ditentukan untuk produk UMKM warga desa setempat agar bisa menitipkan barang dagangannya. Warga disediakan tempat khusus UMKM untuk mensejahterakan masyarakat.

Baca juga:  Fathkhur Rohman Terpilih Jadi Ketua PCPM Pasuruhan

“Sementara ini masih kosong. Persiapan tinggal sedikit lagi, nanti akan di launching butuh waktu sampai Agustus akhir,” tuturnya.

Harapannya dengan adanya NU Mart, bisa meningkatkan PAD desa. Selain itu juga memberikan ruang bagi masyarakat agar sejahtera. (cr3/fat)