Kudus  

Dishub Kudus Catat Ada 20 Titik Parkir Nontunai

TUNJUKAN: Juru parkir di Jalan Ahmad Yani sedang menunjukkan kode Qris kepada pengendara, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kudus melakukan penambahan 15 titik parkir nontunai pada 2024. Total keseluruhan ada 20 titik parkir yang akan beroperasi.

Kepala UPTD Perparkiran dan Terminal pada Dishub Kudus, Edy Supriyanto mengatakan, pada tahap awal, Dishub memberlakukan pembayaran parkir non-tunai di lima ruas jalan. Sedangkan tahun ini ditambah 15 titik baru.

Penambahan parkir nontunai ini bertujuan untuk pemerataan jumlah parkir yang masih menggunakan sistem tunai. Sehingga diharapkan hal ini dapat mempermudah laporan keuangan, menekan kebocoran, dan peningkatan pendapatan.

Baca juga:  Resmi Dilantik, PMI Kudus Targetkan 1,3 Miliar Bulan Dana

“Kedepannya diusahakan bisa pakai nontunai semua,” ujarnya kepada Joglo Jateng.

Lima ruas jalan yang sebelumnya diberlakukan pembayaran parkir non-tunai, yakni Jalan A. Yani, Simpang 7 Kudus, Jalan Veteran, Jalan Sunan Kudus 1. Kemudian Jalan Sunan Kudus 2.

“5 titik parkir tersebut sudah berjalan lancar. Ada laporan satu titik parkir depan Toko Batik agak luntur, namun sudah melakukan koordinasi dengan Bank Jateng untuk di bangkitkan kembali,” bebernya.

Sementara 15 titik parkir berada dilokasi SDIT, CMC, Toko Kuning, Sidodadi, Sultan, Masjid Agung, Ella Skin Care, Apotek Linmas, Apotek Kroden, Puspasari. Lalu, Toko buku campuran, Toko Santoso, Pentol dan belakang Ramayana.

Baca juga:  630 Siswa SDIT Al Islam Gelar Aksi Bela Palestina

“Untuk yang 2 titik di Pentol dan belakang Ramayana masih ada kendala. Juru parkir disana tidak punya handphone yang memadai. Sehingga nanti akan mencari ganti titik yang bersedia,” terangnya.

Dia menambahkan, semua juru parkir yang menerapkan nontunai akan dibekali penggunaan alat baru. Semula menggunakan Qris. Kemudian rencananya akan menggunakan alat Mpos yang terhubung ke Bank Jateng.

“Penambahan ini, sudah mulai kita edukasi menggunakan alat Mpos. Alat ini berfungsi sebagai alat untuk membayar parkir. Namun saat ini masih dalam tahap uji coba. Sementara masih pakai Qris dulu yang lebih simpel” ungkapnya.

Baca juga:  Pokdarwis Petekeyan Kenalkan Seni Ukir

Dengan diberlakukannya parkir non tunai, selain untuk mendongkrak PAD juga bisa meningkatkan kesejahteraan juru parkir serta meminimalkan kebocoran pendapatan. (cr3/fat)