Kudus  

Fokus Bank Sampah dan Budi Daya Tanaman

ANTUSIAS: Warga RT01/RW03 Desa Golantepus, Kecamatan Mejobo melakukan giat ProKlim, belum lama ini. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

DESA Golantepus, Kecamatan Mejobo, Kudus memiliki potensi desa yang fokus pada budi daya tanaman dan bank sampah di wilayah RT01/RW01. Desa ini juga telah dinobatkan sebagai Program Kampung Iklim (ProKlim) oleh Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH).

Kepala Desa Golantepus, Noor Taufiq mengatakan, pada musim tren buah anggur, Pemerintah Desa (Pemdes) telah memberikan dukungan 50 bibit anggur beserta potnya. Diharapkan tanaman ini mampu memberikan lingkungan yang berseri, indah, dan sehat.

“Bibit anggur diberikan kepada warga RT01/RW03 untuk mengelola, sehingga bisa menjadi contoh untuk warga desa sekitar. Kami berharap masyarakat dapat menjaga lingkungan hidup dengan sebaik-baiknya,” tutur dia, belum lama ini.

Baca juga:  MTs Qudsiyyah Putri Terbitkan Buku di QP Book Fair

Sementara itu, Ketua ProKlim RT01/RW01 Desa Golantepus, Abdul Rohim menjelaskan, awal mulai ProKlim ini dikelola mandiri. Melihat lingkungan sekitar rumahnya gersang dan panas, dia berinisiatif menghidupkan tanaman disekitarnya. Setelah mengetahui cara pengelolaan sampah organik dari tumbuhan, dia mengolah sampah menjadi pupuk.

“Sambil menjaga lingkungan hidup, kami juga menyediakan sampah. Baik sampah organik maupun anorganik. Tentu, kami tidak fokus pada budi daya tanaman, kami juga fokus bagaimana cara mengolah sampahnya,” terangnya.

Dia menyebutkan, pengelolaan sampah organik dari budi daya tanaman dikelola menjadi pupuk. Dirinya menyediakan bank sampah untuk warga sekitar yang tidak bisa mengelola sampah bisa menitipkan sampah-sampah untuk diolah. Sementara sampah anorganik masih perlu koordinasi dengan masyarakat sekitar.

Baca juga:  Jaga 7 Stabilitas Komoditas Pangan Melalui GPM

“Pengelolaan sampah organik masih terus berjalan selama budi daya tanaman ini masih ada. Kita jaga eksistensinya. Sedangkan pengelolaan sampah anorganik kami masih tahap penyesuaian, semoga bisa memberikan feedback kepada masyarakat berupa tabungan sampah. Bersyukur bisa dinobatkan sebagai ProKlim oleh Dinas PKPLH. Jadi, semangat lagi untuk mengikuti tahapan-tahapan yang ada,” ungkap Abdul.

Kini ProKlim Mulyorejo sering menjadi kunjungan para dinas, sekolah dan desa lain dalam pengelolaan lingkungan hidup. Dengan demikian, perlu terus pembenahan menuju ke tahapan yang lebih baik.

“Saat ini ProKlim Mulyorejo masih tingkat Madya. Sekarang sudah mulai mempersiapkan menuju ke Utama ditahun 2025. Untuk itu, masih banyak sarana dan prasarana yang harus dipersiapkan,” ungkap Abdul.

Baca juga:  Jadi Leading Sector SPBE, Diskominfo Kudus Garap Aplikasi Satu Pintu

Ia berharap, butuh sinergi dengan pihak terkait agar mampu menjadikan ProKlim Mulyorejo ini bisa bermanfaat untuk sekitar. Dari masyarakat untuk masyarakat juga. (cr3/adf)