Pati  

Petani Pati Terima Ratusan Alat Pertanian

SIMBOLIS: Penyerahan bantuan alat pertanian di kantor BPP Pati, Kamis (6/6/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menyalurkan puluhan alat pertanian kepada kelompok petani di daerahnya. Bantuan ini diserahkan di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Pati, Kamis (6/6/24).

Bantuan tersebut merupakan program dari Kementerian Pertanian. Tujuannya untuk perluasan areal tanam padi pada tahun 2024 melalui pompanisasi dan bantuan alat-alat mesin pertanian.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pati, Niken Tri Meiningrum mengatakan, total bantuan dari Kementerian Pertanian untuk petani Kabupaten Pati ini berjumlah 212 alsintan. Terdiri dari 10 unit traktor roda 4, 39 traktor roda 2 dan 163 unit pompa air. Selain itu, petani di Pati juga diperbolehkan meminjam pakai brigade pompa air yang tersedia di Dispertan Pati dan Dandim 0718/Pati.

Baca juga:  Kominfo Minta Warganet Berhenti Tandai Sukolilo dengan Nama Negatif di Google Maps

“Diberikan brigade alat pinjam pakai, digunakan sesuai kebutuhan, pompa air yang dikelola dinas pertanian ada 24 unit ini sudah terdistribusi semua. Yang di kodim ada 48 unit, ditambah lagi  32 unit, jadi totalnya ada 80 unit pompa. Nanti tolong diinformasikan kepada kelompok tani,” kata dia, Kamis (6/6/24).

Niken menjelaskan, program dari Kementerian Pertanian ini menjadi salah satu upaya dalam rangka mengantisipasi rawan pangan. Sebab, kata dia, potensi pertanian di Pati cukup luas. Di mana, lahan pertanian keseluruhan seluas 57.511 hektar, namun hampir 40 persennya adalah lahan tadah hujan.

Baca juga:  Rumah Dirampok, Dua Warga Pucakwangi Disekap & Dianiaya

“Jadi potensi produksi padi di Kabupaten Pati rata-rata per tahun, 593.366 ton gabah kering giling dengan luas panen pertahun rata-rata  hampir 100 ribu hektar,” jelasnya.

Ia menyebut, sektor pertanian mengalami penurunan baik secara panen maupun produktifitas di 2023 lalu. Hal tersebut disebabkan pengaruh cuaca yang cukup ekstrem.

“Jadi di tahun 2023 luas panen kita turun menjadi 93.853 hektar dam sampai bulan Februari 2024, ternyata cuaca ini juga tidak berpihak kepada para petani. Jadi kami tanamnya mundur sampai bulan Desember awal atau akhir Januari baru mulai tanam,” sebutnya.

Baca juga:  Sampah Berserakan di Pinggir jalan Jakenan-Winong

Sementara itu, Pj Bupati Pati Henggar Budi Anggoro menambahkan, pihaknya berharap kekeringan tidak terjadi lagi di wilayah Kabupaten Pati. Meskipun diketahui banyak lahan pertanian di Pati merupakan tanah tadah hujan. Hal itulah yang menjadikan perhatian pemerintah untuk memberikan bantuan berbagai alat pertanian khususnya pompa air.

“Ini yang memang menjadi perhatian kita bersama.  Sehingga pada kesempatan ini pompa airnya begitu banyak yang akan diberikan kepada para penjenengan. Yang berada di Kodim juga ada 80 pompa, belum yang dari sini (dinas pertanian) banyak” imbuhnya. (lut/fat)