Jamal Luthfi Beberkan Manuver Partai Politik Jelang Pilkada

Pengamat politik Sokosiji, Jamal Luhtfi
Pengamat politik Sokosiji, Jamal Luhtfi. (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Partai-partai besar sedang “curi-curi pandang” menjelang konstelasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal ini dikatakan oleh Jamal Luhtfi, pengamat politik lembaga Sokosiji, Sabtu (8/6/2024).

Aksi curi-curi pandang di kalangan partai-partai besar itu menjadi sorotan bagi Jamal. Ia mengacu pada kecenderungan partai untuk mengamati dan menunggu langkah-langkah yang diambil oleh pesaing mereka sebelum membuat keputusan penting.

“Langkah ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, partai bisa menghindari risiko mengambil keputusan yang salah. Namun di sisi lain, mereka bisa kehilangan momentum dan terkesan tidak memiliki sikap tegas,” ujar Jamal.

Baca juga:  PPDB SLB Negeri di Jateng Dibuka Hari ini

Dalam beberapa bulan mendatang, pengamat politik alumni UIN Walisongo Semarang ini memprediksi akan ada lebih banyak manuver politik dan negosiasi di balik layar. Di sisi lain, partai-partai besar diharapkan segera mengumumkan rekomendasi mereka setelah konstelasi politik nasional lebih stabil.

“Yang jelas, dinamika politik menjelang pilkada 2024 ini akan sangat menarik untuk diikuti,” ungkap Jamal.

Namun di tengah dinamika ini, keputusan partai-partai mengenai rekomendasi calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah tampaknya masih menunggu perkembangan konstelasi politik nasional. Oleh sebab itu Jamal menyebutkan bahwa saat ini partai politik masih saling curi-curi pandang.

Baca juga:  Gubernur Nana Berharap Borobudur Marathon Jadi Event Kelas Dunia

Jamal menyatakan bahwa partai-partai besar saat ini berada dalam posisi wait and see. “Mereka menunggu hingga peta politik nasional lebih jelas sebelum memberikan rekomendasi resmi. Ini adalah langkah yang hati-hati mengingat banyaknya variabel yang dapat mempengaruhi hasil pemilu,” ujarnya.

Jamal menambahkan bahwa situasi ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, ketidakpastian aliansi antarpartai. Banyak partai yang masih melakukan komunikasi intensif untuk menentukan dengan siapa mereka akan berkoalisi.

Kedua, hasil survei dan popularitas calon yang terus berubah-ubah. “Partai-partai ini terus memantau elektabilitas calon-calon potensial melalui berbagai survei untuk memastikan keputusan yang mereka ambil akan mendapat dukungan luas dari pemilih,” jelas Jamal.

Baca juga:  Di WWF Bali 2024, Pemprov Jateng Teken Kerja Sama Dengan UNESCO-IHE Institute for Water Education

Dengan perkembangan politik yang serba cepat dan penuh kejutan, lanjutnya, publik tentunya menunggu dengan antusias setiap langkah dan strategi yang akan diambil oleh partai-partai besar dalam menentukan calon pemimpin daerah masa depan. (*/gih)