Pilkada Kota Semarang 2024: Iin Ajak Santri Berani Memimpin, Wawan Bikin Program Atasi Banjir

FOTO BERSAMA: Pertemuan jajaran dewan syuro dan dewan tanfid serta badan otonom PKB seluruh kecamatan di Kota Semarang. (HUMAS/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Dua orang bakal calon Wakil Wali Kota Semarang dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Tazkiyyatul Muthmainnah dan Ady Setiawan telah diberi kesempatan oleh DPC PKB Kota Semarang untuk memaparkan visi misi dan programnya di depan para kader PKB.

Masing-masing dipertemukan dengan jajaran dewan syuro dan dewan tanfid serta badan otonom PKB seluruh kecamatan di Kota Semarang.

Di kesempatan pertama, Tazkiyyatul Muthmainnah yang akrab dipanggil Iin, mengajak segenap kaum santri, baik yang aktif di PKB dan NU, untuk percaya diri. Yakni berani bermimpi, berani bercita-cita tinggi, bahwa santri bisa menjadi pemimpin. Termasuk memimpin pemerintahan daerah.

Baca juga:  LAZiS Jateng Sasar 25 Ribu Penerima Manfaat di Hari Raya Iduladha

Anggota DPRD Jawa Tengah yang pernah mondok di Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta ini menyampaikan, pendiri Kota Semarang adalah santri, ulama, dan bahkan seorang wali. Yaitu Sunan Pandanaran. Maka sudah sepatutnya kaum santri berani maju memimpin Kota Semarang.

“Mari kaum santri percaya diri. Berani bercita-cita meneruskan perjuangan ulama pendiri Kota Semarang, yaitu Sunan Pandanaran,” tutur Ketua Fatayat NU Jateng yang menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Kota Semarang ini.

Pasar Johar Harus Kembali Moncer

Dalam silaturahim tersebut hadirin diberi kesempatan bertanya. Dipandu oleh Ketua Desk Pilkada DPC PKB Kota Semarang H Sodri, para kader PKB menyampaikan berbagai permintaan dan aspirasi.

Baca juga:  Bulog Semarang Layani Penyediaan Bapok Murah melalui RPK Semakin Mesra

Di antaranya terkait kondisi Pasar Johar yang disebut “hidup segan mati tak mau”. Disampaikan Ketua Dewan Syuro DPAC PKB Semarang Utara H Nuridin, dirinya sebagai seorang pedagang di Pasar Johar, mengetahui persis kondisi pasar yang sepi pembeli dan banyak lapak yang tidak kunjung beres pengaturannya.

“Mbak Iin, mohon perhatian pada Pasar Johar. Kondisinya panas yang membuat pembeli enggan datang. Dan urusan lapak pedagang belum juga beres,” ujar H Nuridin.

Iin yang pernah berjualan di pasar menanggapi, saat ini sebagai wakil rakyat Kota Semarang, dirinya sudah berupaya membantu melalui kebijakan pendampingan untuk pedagang maupun pengusaha kecil (UMKM).

Baca juga:  Pj Gubernur Jateng Minta Pemda Intens Koordinasi dengan Penyelenggara Pemilu Jelang Pilkada 2024

Penataan Pasar Johar, kata dia, akan diselesaikan dengan kewenangan eksekutif apabila terpilih nanti.

“Betul sekali yang dikatakan Pak Haji Nurudin. Pasar Johar sudah ditata baik, namun panas dan kurang promosi. Harus dibuat banyak event untuk menarik pengunjung ramai ke pasar. Saya yang pernah berjualan dan pernah menjadi perajin yang tiap hari kulakan di pasar, sangat bisa merasakan pentingnya pasar dikelola oleh pemerintah dengan cara kreatif,” tutur Iin.