Dinsos Rembang Ajak Anak Pahami Kekerasan dan Bullying

SOSIALISASI: Dinsos melakukan sosialisasi stop kekerasan dan bullying di SMPN 1 Rembang, beberapa waktu lalu. (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

REMBANG, Joglo Jateng – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DINSOSPPKB) Kabupaten Rembang mengajak anak untuk memahami kekerasan dan bullying di sekolah maupun di luar rumah. Hal tersebut mencegah terjadinya perbuatan yang melanggar asusila.

Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Rembang, Ramiyati menjelaskan, maraknya kasus kenakalan anak yang cukup mengkhawatirkan di Rembang. Hal ini perlu mendapatkan perhatikan. Terutama kasus bullying di sekolah maupun di luar rumah.

“Bercanda boleh, namun tingkat bullying yang dilakukan sesama anak membuat anak tidak sadar akan hal itu. Perlu kami sampaikan dan mengajak anak-anak agar tidak melakukan kekerasan dan bullying,” ujarnya.

Baca juga:  BPBD Rembang Lakukan Mitigasi Kekeringan

Dia menambahkan, salah satu upaya yang dilakukan dengan cara sosialisasi dan mengajak anak memahami pentingnya menghindari kekerasan dan bullying. Selain itu, dia juga menyediakan layanan pengaduan.

Apabila mengalami, mendengar, dan melihat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan dalam pacaran (KDP), pencabulan, pelecehan seksual, bullying dan penelantaran anak bisa melakukan pengaduan. Yakni melalui web https://bit.ly/P2TP2A_Rembang.

“Kami juga menerima pelaporan dari pelayanan pengaduan di sekolah. Apabila kami mendapatkan laporan, akan segera kami cek ke lapangan dan pastikan kebenarannya,” tuturnya.

Pihaknya sudah semaksimal mungkin melakukan sosialisasi dan pembinaan kepada anak, orang tua dan guru di sekolah. Untuk mencegah terjadinya kekerasan dan bullying pada anak pihaknya menyampaikan perlu menerapkan aturan dan konsekuensi. Artinya, anak harus berani bertanggung jawab dan menanggung konsekuensi atas perbuatannya.

Baca juga:  Rembang Siapkan Desa Tasikharjo Mewakili ADWI 2024

“Dengan aturan dan konsekuensi, anak bisa lebih hati-hati dalam memilah dan memilih apa yang baik dan buruk,” ungkapnya.

Dia menegaskan, sosialisasi kekerasan dan bullying disekolah bukan hanya berlaku untuk internal di sekolah itu saja. Tetapi juga perilaku anak diluar sekolah sehingga akan mengendalikan anak untuk berbuat onar/tidak baik diluar sekolah. Termasuk di dalamnya pengendalian perkelahian antar pelajar. (cr3/fat)