Kudus  

Jaga 7 Stabilitas Komoditas Pangan Melalui GPM

JUAL: Petani Gapoktan menyediakan beras yang di jual di GPM depan kantor Dinas Pertanian, belum lama ini.

KUDUS, Joglo Jateng – Masyarakat antusias hadir meramaikan untuk mendapatkan keperluan sembako dengan harga murah dan terjangkau, ketimbang mereka berbelanja di pasar tradisional dan pasar modern lainnya. Hal ini, Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Kudus menekan inflasi dengan menjaga 7 komoditas pangan tetap stabil melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetyo menjelaskan, mengingat menjelang hari Raya Idul Adha ia mengantisipasi terjadinya penambahan permintaan bahan pokok. Kegiatan ini bertujuan untuk memotong rantai distribusi dan rantai pasokan komiditas pangan di Kudus sehingga konsumen dapat bahan pangan dengan harga yang terjangkau.

Baca juga:  Petani Desa Menawan Wiwit Tandur Tanam 26 Ribu Tembakau

“GPM ini kegiatan rutin bulanan setiap Jum’at pada Minggu kedua. Yakni dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kudus. Selain itu sebagai upaya untuk pengendalian inflasi di Kudus,” tuturnya.

Ia merangkul 40 pelaku usaha. Yang terdiri dari 9 komoditas yang dipasarkan. Seperti beras SPHP, beras dari Gapoktan, telur ayam, minyak goreng, bawang merah, bawang putih dan gula pasir.

“Dengan adanya GPM, partisipasi masyarakat sangat antusias. Terbukti semua barang habis terjual karena harga dibawah harga pasar,” bebernya.

Ia berharap, GPM ini sangat efektif untuk menjangkau masyarakat Kudus. Adanya GPM terus di sosialisasikan sebelum pelaksanaan melalui media sosial, atau dari omongan warga. Selain meningkatkan kesejahteraan petani, warga juga terbantu dalam mencari kebutuhan bahan pokok.

Baca juga:  Kantah Kudus Edukasi Program Kabupaten Lengkap ke Pemdes

“Saya berharap, kegiatan ini terus berlanjut dan bisa mengendalikan inflasi di Kabupaten Kudus,” pungkasnya. (cr3/fat)