Pati  

Korban Perampokan dan Penganiayaan di Pucakwangi Pati Masih Trauma

Anak korban, Rosikul Janan. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Nasib naas menimpa Siti Muawanah (47), warga Desa Sokopuluhan, Kecamatan Pucakwangi, Kabupaten Pati yang rumahnya dirampok pada Senin (3/6) dinihari lalu. Tak hanya harga benda yang digondol, korban juga sempat mengalami penganiayaan.

Janda penjual emas itu sempat disekap menggunakan lakban. Bahkan Ia juga dianiaya oleh segerombolan perampok yang berjumlah enam orang itu.

Anak korban, Rosikul Janan menceritakan, hingga kini ibunya masih mengalami trauma yang mendalam. Bahkan, korban masih belum berani menempati kamar tidurnya yang menjadi tempat dirinya disekap segerombolan perampok.

Baca juga:  Sudaryono Tanggapi Positif Peluangnya Duet dengan Gus Yusuf

“Kondisi ibuk masih trauma karena dianiaya. Setiap malam (setelah dirampok dan dianiaya) ibuk tidak berani tidur di rumah. Untuk sementara ini tidurnya di rumah keluarga,” ujar dia, kemarin.

Rosi mengungkapkan, ibunya masih terngiang-ngiang akan kejadian pilu itu saat berada di rumahnya. Ia pun khawatir ibunya mengalami trauma yang berkepanjangan.

“Ini mungkin traumanya panjang. Kalau lihat kasur yang sering dibuat ibuk tidur itu selalu teringat. Karena ibuk disekap dan di tampar,” tutur dia.

Sebelumnya diberitakan, Rumah Siti Muawanah dirampok pada Senin (3/6) sekitar pukul 01.00 dinihari. Saat kejadian, rumah tersebut dihuni Siti Muawanah dan ibunya yang bernama Mafuah.

Baca juga:  265 Pondok Pesantren Berdiri di Pati

Pelaku perampokan masuk lewat pintu sebelah kanan atau samping dinding rumah korban. Setelah itu menyekap dan menganiaya penghuni rumah tersebut.

Pelaku perampokan yang berjumlah enam orang itu membawa senjata tajam. Mereka berhasil menggasak harta benda korban yang ditaksir totalnya mencapai Rp 1 miliar lebih. (lut/fat)