Ombudsman Rekomendasikan Ulangan Tes Carik Tamanan, Kalurahan Tetap Maju Gladi Pelantikan

BANTUL, Joglo Jogja – Lembaga Ombudsman Daerah Istimewa Yogyakarta (LO DIY) beberapa waktu lalu menerbitkan rekomendasi terkait permasalahan pemilihan Carik Kalurahan Tamanan. Hingga saat ini, belum ada tindak lanjut kalurahan perihal rekomendasi ini. Akan tetapi sebaliknya, mencuat informasi bahwa kalurahan akan melakukan gladi bersih pelantikan carik baru.

Ketua Panitia seleksi Carik Kalurahan Tamanan Purwandi menyampaikan, benar bahwa dirinya telah menerima undangan gladi pelantikan yang akan dilakukan pada hari ini. Ia pun mempertanyakan hal ini, mengingat proses keberatan dari peserta terhadap hasil ujian yang kemudian memuncul rekomendasi Ombudsman untuk melakukan ujian ulang tes tertulis belum mendapatkan respons dari Kalurahan.

Baca juga:  Warga Keluhkan Bukit Sampah Mandala Krida

“Undang gladinya itu besok pagi. Saya tidak tahu proses Pak Lurah gimana, padahal masih ada rekomendasi Ombudsman Jumat (7/6) lalu yang harus ditindaklanjuti. Tapi ini kok diabaikan saya juga tidak tahu maksudnya,” ungkapnya, Selasa (11/6/24).

Purwandi mengatakan, seharusnya rekomendasi Ombudsman ini ditindaklanjuti terlebih dulu sebelum melakukan proses pelantikan. “Saya sebagai warga intinya, kan memakai carik itu lebih lama ketimbang proses ini. Kalau memang masih ada yang belum selesai, seharusnya diselesaikan dulu,” ujarannya.

Purwandi menegaskan, sejak awal ia sudah berkomitmen, jika masalah ini belum selesai, maka dalam proses gladi maupun pelantikan tidak akan turut hadir. Sekaligus, dia pun mempertanyakan keputusan panewu mengeluarkan rekomendasi dan memerintahkan pelantikan.

Baca juga:  Luncurkan Buku Monitoring Afeksi Program Penguatan Pendidikan Karakter

Di lain sisi, Panewu Banguntapan I Nyoman Gunarsa mengatakan sebaliknya, dirinya belum mendapatkan informasi terkait dengan gladi pelantikan ini. Menurutnya, perihal rekomendasi Ombudsman sepenuhnya diselesaikan oleh pihak kalurahan dan Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat (DRPM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

“Soal rekomendasi itu urusan Kalurahan dan UNY selaku pihak pengujian. Lalu untuk pelantikan belum ada surat pemberitahuan kepada saya,” katanya, Selasa (11/6/24).

Sementara itu, salah satu peserta yang sebelumnya mengajukan keberatan, Ririn Ardilliyas Putri, membenarkan bahwa dirinya telah menerima surat rekomendasi dari Ombudsman tersebut pada Jumat (7/6) lalu. Akan tetapi, hingga saat ini ia belum mendapatkan jawaban atau respons kalurahan menanggapi rekomendasi tersebut. (nik/abd)