Sebarkan Ilmu Pertanian Perkotaan melalui GPP

PETIK: Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkot Yogyakarta Kadri Renggono saat memanen selada dalam hidroponik pada GPP di halaman Balai Kota, tahun lalu. (HUMAS/JOGLO JOGJA)

KOTA, Joglo Jogja – Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kota Yogyakarta kembali mengadakan Gelar Potensi Pertanian (GPP) di halaman kompleks Balai Kota pada 12-14 Juni. Kegiatan itu dilakukan untuk menyebarluaskan ilmu pertanian perkotaan.

Pelaksana tugas (Plt) DPP Kota Yogyakarta Sukidi mengatakan, kegiatan tahunan kali ini akan mengangkat tema “Kebun Sehat, Pangan Sehat”. Hal itu bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki petani perkotaan, agar dapat bersaing dengan petani di kabupaten, di tengah keterbatasan lahan pertanian.

“Selain sebagai ajang menampilkan keunggulan dan potensi, GPP juga sebagai ajang pembaruan teknologi dan bertukar inovasi antar peserta, dan peningkatan perekonomian masyarakat,” ungkapnya, Selasa (11/6/24).

Baca juga:  Warga Keluhkan Bukit Sampah Mandala Krida

Ia menambahkan, kegiatan itu akan melibatkan 53 stan, di antaranya dari 14 forum gapoktan kemantren, asosiasi, dan beberapa komunitas petani Kota Yogyakarta. Di mana mereka dapat mengembangkan potensi masyarakat Kota Yogyakarta dalam hal pertanian perkotaan. “Kegiatan ini kami lakukan untuk menyebarluaskan ilmu, teknologi, metode dan manajemen pertanian perkotaan, serta meningkatkan profesionalisme petani perkotaan,” tambahnya.

Dalam kegiatan GPP, juga akan dilakukan penyerahan bibit mangga keraton semar dan cempura, talk show dan bimbingan teknis, live cooking bahan baku sorgum, kontes tanaman anggrek, aglaonema, tabulampot, biofarmaka, dan gebyar petani cilik. Selain itu, ada juga pentas kesenian dan hiburan, ruang bermain anak dan instalasi seni.

Baca juga:  Polres Bantul Pastikan Malam Takbiran Berjalan Kondusif

“Untuk bibit mangga keraton semar dan cempura ini merupakan vegetasi baru yang sedang kami kembangkan melalui arahan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Ini menjadi satu-satunya, karena di lokasi lain belum ditemukan,” pungkasnya. (riz/abd)