MI Negeri Kudus Pentaskan Tari, Lagu, Busana dan Kuliner Daerah

APRESIASI: Kepala Kantor Kemenag Kudus, Suhadi didampingi Kepala MIN Kudus, Noor Yadi, mengunjungi stand bertema khas nusantara dalam gelar karya P5P2RA, Kamis, (13/6/2024). (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Pelaksanaan pameran khas nusantara dan gelar karya Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5P2RA) bertema Bhinneka Tunggal Ika di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kudus, berlangsung meriah.

Nampak mulai dari busana, persembahan tari, pementasan lagu dan kuliner yang ada bernuansa lokal atau daerah. Bahkan para guru pun ikut memakai baju adat daerah nusantara.

Kepala MIN Kudus, Noor Yadi, menjelaskan, gelar karya di P5-P2RA ini merupakan bagian dari implementasi kurikulum merdeka khas nusantara. Yaitu dengan mengusung tema Bhinneka Tunggal Ika melalui tarian daerah, lagu daerah, pakaian daerah dan makanan khas daerah.

Baca juga:  SMP Agustinus Semarang Siap Tampung Siswa yang tak Lolos di Sekolah Negeri

“Ada pentas tari dan lagu dari para siswa kelas 1 dan 4. Kemudian ada stand bazar yang menyajikan karya anak sekaligus kuliner daerah. Ini terjalin sinergi antara sekolah, siswa dan orang tua,” jelasnya kepada wartawan, Kamis (13/6/2024).

Pihaknya berharap para siswa bisa mengenal lebih jauh kekayaan nusantara dengan turut memupuk rasa toleransi berupa keberagaman, keagamaan dan kebudayaan.

“Melalui kegiatan ini siswa bisa memahami sikap empati gotong royong bhineka tunggal ika, yang nantinya bisa menjadi bekal mereka di masa mendatang,” harapnya.

Kepala Kantor Kemenag Kudus, Suhadi mengapresiasi gelar karya ini. Dirinya  menilai  penampilan dan hasil karya yang ditampilkan peserta didik MIN Kudus luar biasa.

Baca juga:  Sinergitas Sekolah dan Orang Tua, SD 1 Gondosari Sukses Gelar Karya

“Saya melihat disinipenuh dengan inovasinya, melihat kekompakan serta kolaborasi dalam menampilkan tarian adat, menyajikan makanan dan lainnya,” ungkapnya.

Suhadi berharap kegiatan ini bisa meningkatkan kompetensi peserta didik, meningkatkan kerjasama dan komunikasi, mengoptimalkan para pendidik di luar kelas.

“Tahun ini merupakan tahun pertama, yang di wajibkan hanya kelas 1 dan kelas 4, diharapkan tahun depan di Kudus bisa akselerasi, semua kelas bisa dilibatkan,” ujarnya. (cr1/fat)