MTs Al-Wustho Kalinyamatan Cetak Siswa Berwawasan Qurani

KHIDMAT: Para siswa saat mengikuti hafalan lima juz di Aula MTs Al-Wustho Kalinyamatan Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Rabu (12/6/24). (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Wustho Kalinyamatan, Desa Bandungrejo, Kecamatan Kalinyamatan mengadakan Ujian Tahfidz Lima Juz. Kegiatan bertajuk Waratiil Qur’an Tartiila atau bacalah qur’an dengan perlahan-lahan itu berlangsung di Aula dan Masjid Mts, Rabu (12/6/24).

Dengan mendatangkan wali murid, para siswa terlihat khidmat dalam menyetor hafalan serta memperdengarkan bacaan al-quran di hadapan para penguji. Agenda yang diikuti siswa kelas 7 itu merupakan program unggulan dari Mts. Hal itu selaras dengan salah satu misinya. Yaitu menyiapkan peserta didik yang berakhlakul karimah dan hafidz Qur’an.

Baca juga:  5 Sekolah di Kudus Kembali Raih Adiwiyata

Kepala MTs Al-Wustho Kalinyamatan, Nur Safak menjelaskan, ujian tahfidz lima juz itu merupakan program setoran untuk para siswa yang telah mengkhatamkan hafalannya dalam kurun waktu satu tahun. Pasalnya, setoran hafalan itu menjadi jalan agar bisa naik kelas.

Apabila siswa belum mampu menghafal secara baik, maka mereka dibimbing secara khusus. Kemudian diminta untuk mengulanginya sampai hafalannya lancar.

“Jadi dalam program tahfidz setiap tahunnya siswa punya target khusus untuk menghafal al-qur’an sebanyak lima juz. Siswa yang telah siap untuk ujian. Maka, harus mendaftar terlebih dahulu. Sesuai dengan kesiapan mereka,” terangnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  SMP 1 Jekulo Buka Posko Informasi Hingga Hari Terakhir

Ujian tersebut juga sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas serta ketajaman ingatan daripada hafalan siswa. Setelah merampungkan semua hafalan, siswa akan diberi sertifikat sebagai simbol atas kelulusannya.

Selain pembelajaran al-qur’an, para siswa diajarkan pentingnya penerapan pendidikan akhlak. Sebab, kata dia, banyak yang kurang paham akan makna dari isi al-qur’an. Terlebih, peradaban yang kian maju, turut membawa sisi baik buruk bagi insan Qur’an.

“Berakhlakul karimah sesuai al-qur’an. Sehingga bisa disandingkan dengan ilmu pengetahuan,” tambahnya.

Lebih lanjut, dengan program setoran hafalan, siswa diharapkan mampu untuk terus meningkatkan kecintaannya terhadap al-qur’an. Sehingga, untuk mengaplikasikan ilmu al-qur’an siswa bisa mengejawantahkan dalam suatu tindakan yang baik.

Baca juga:  SMP 2 Undaan Fokus Raih Adiwiyata Nasional

“Selain itu juga ntuk menghindari pemalsuan al-qur’an dan untuk mencetak kader cinta al-qur’an,” tutupnya. (cr4/fat)