BPSDM Jateng Tingkatkan Kompetensi ASN dengan Berbagai Kegiatan

DISKUSI: Peserta dari semua OPD Pemprov Jateng saat mengikuti Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Kompetensi (Bangkom) ASN Jawa Tengah di BPSDMD Jateng, Kamis (13/6/2024). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

SEMARANG, Joglo Jateng – Sumber daya aparatur pemerintahan yang berkualitas, memiliki integritas, dan berkompeten dalam melaksanakan tugas jabatannya diperlukan untuk mewujudkan pelayanan prima dan profesional kepada masyarakat. Hal itu sekaligus menjadi problem solving atas permasalahan yang terjadi di suatu daerah.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sadimin mengungkapkan, kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi sumber daya aparatur pemerintahan menjadi tugas pokok dan fungsi dari pihaknya. Langkah ini merupakan akselerasi perwujudan Jateng Corporate University.

“Salah satu upaya pengembangan kompetensi di Jawa Tengah dalam meningkatkan kualitas aparatur penyelenggara negara dan meningkatkan capaian Indeks Profesionalitas ASN, yaitu melalui kegiatan-kegiatan pengembangan kompetensi,” ungkapnya pada acara Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Kompetensi (Bangkom) ASN Jawa Tengah di BPSDMD Jateng, Kamis (13/6/2024).

Sebagai narasumber dalam FGD ini, di antaranya Analis SDM Aparatur Ahli Madya BKN Johannes Irawan Darmanto, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi ASN LAN RI Erna Irawati. Kemudian, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Rahmah Nur Hayati.

Baca juga:  Panen 400 Kg Bawang Merah di Semarang, Hevearita: Kota Semarang Bisa Daulat Pangan

Lebih lanjut, Sadimin menyampaikan, capaian pengembangan Kompetensi ASN Provinsi Jawa Tengah Tahun 2023 dan 2024 sampai Juni, OPD tertinggi melaksanakan pelatihan, yaitu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Yakni dengan jumlah 5012 peserta (2023), tahun 2024 sebanyak 6857 peserta. Kemudian, Dinas Kesehatan pada tahun 2023 sebanyak 255 peserta dan tahun 2024 sebanyak 152 peserta. Selanjutnya, Dinas Sosial pada tahun 2023 sebanyak 244 peserta dan tahun 2024 sebanyak 65 peserta.

Ia mengajak seluruh OPD Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang hadir dalam FGD ini untuk bersinergi dalam mewujudkan pengembangan kompetensi yang dinamis, progresif, inovatif, dan kreatif. Sehingga terwujud SDM aparatur birokrasi BerAKHLAK untuk mewujudkan SMART ASN yang kinerjanya berdampak.

“Diharapkan dengan terselenggaranya forum group discussion ini upaya untuk meningkatkan indeks profesionalitas ASN di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 dapat tercapai. Di samping itu, perlu disusun strategi pengembangan kompetensi yang terintegrasi,” ucapnya.

SIAP: Kepala BPSDMD Jateng Sadimin saat menemani tamu hadirin menandatangani komitmen pengembangan kompetensi ASN di Jateng, Kamis (13/6/2024). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

Sadimin menjelaskan, pihaknya menjalankan implementasi Corporate University teknologi pembelajaran dan integrasi sistem (SIMAPAN SDM BPSDMD). Antara lain berisi perencanaan pengembangan kompetensi, manajemen talenta, dan pengembangan karier. Kemudian, manajemen pengetahuan, teknologi pembelajaran, perencanaan penganggaran, pengembangan budaya organisasi, dan penilaian kinerja pegawai.

Baca juga:  Gandeng Puskesmas Genuk, KKN Posko 37 UIN Walisongo Mengadakan Sosialisasi Kesehatan

“Dukungan dan kerja sama dari semua pihak yang merupakan jejaring pengembangan kompetensi sangat dibutuhkan. Dan pada kesempatan ini kami sampaikan terima kasih dan apresiasi semua stakeholder. Baik instansi pembina dan OPD Provinsi Jawa Tengah, yang selama ini telah bersinergi dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengembangan SDM ASN,” ujarnya.

Sadimin berharap, pengembangan SDM yang sudah berjalan akan lebih ditingkatkan. Sebagai badan pemerintah yang mengusung peran pengelolaan pendidikan dan pelatihan bagi ASN, maka BPSDMD Provinsi Jateng punya andil untuk mengonstruksi pengetahuan ASN. Yakni melalui pola-pola pembelajaran sistematis yang memuat materi-materi dan praktik birokrasi yang menjawab persaingan di Era Society 5.0.

Menurutnya, ASN adalah tumpuan birokrasi bangsa yang menjadi garda depan gerakan literasi digital di indonesia. Di Era Society 5.0, ASN harus memiliki keterampilan dasar teknologi digital dan mindset atau pola pikir kreatif.

Baca juga:  Ade Bhakti dan Iswar Siap Penuhi Panggilan KASN

“Karena prasyarat kompetensi di abad ke-21 berfokus pada kemampuan problem solving, kolaborasi, berpikir kritis, dan kemampuan kreativitas,” tutur dia.

Sadimin mengatakan, perencanaan kebutuhan pengembangan SDM pada perencanaan pembangunan baik di tingkat nasional maupun daerah belum sepenuhnya terintegrasi. Oleh karena itu, upaya peningkatan kualitas aparatur sipil negara menjadi fokus utama dalam roadmap penataan SDM aparatur.

“Salah satunya dengan mengidentifikasi kebutuhan kompetensi strategis untuk meningkatkan kapabilitas menjawab kebutuhan global dan domestik. Serta menyusun rencana pengembangan kompetensi,” ucapnya.

Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Bangkom ASN Jawa tengah ini merupakan bentuk implementasi Corporate University di Provinsi Jawa Tengah. Corporate University menjadi model dan strategi pengembangan kompetensi yang dilaksanakan secara terintegrasi. Di akhir acara, para peserta melakukan tanda tangan bersama secara bergantian untuk berkomitmen meningkatkan kompetensi ASN. (adf/gih)