Jepara  

Kemenag Jepara: Juru Sembelih Hewan Wajib Bersertifikat

MENYEMBELIH: Juru sembelih hewan di Jepara saat menyembelih hewan kurban di Rumah Pemotongan Hewan Jobokuto, Kecamatan Jepara, beberapa waktu lalu. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jepara terus melakukan sosialisasi Jaminan Produk Halal (JPH) wajib bersertifikat. Pasalnya, mulai 18 Oktober 2024, pelaku usaha wajib memiliki sertifikat halal.

Berdasarkan regulasi Jaminan Produk Halal, ada 3 kelompok produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan harus bersertifikat halal. Diantaranya, produk makanan dan minumam.

Kemudian bahan baku, bahan tambahan pangan, dan bahan penolong untuk produk makanan dan minuman. Lalu, produk hasil sembelih dan jasa penyembelihan.

Sekretaris Satgas Halal Kemenag Jepara, Bin Himma Muhammad Burhan menjelaskan, saat ini pihaknya masih mensosialisasikan program juru sembelih hewan (Juleha) ke masyarakat.  Program tersebut bertujuan untuk memastikan kehalalan hewan kurban yang akan disembelih.

Baca juga:  KPU Jepara Pastikan Proses Coklit Tuntas di Pekan ketiga

“Sebagai kepastian akan kehalalan hewan kurban. Tentunya dibutuhkan juru sembelih hewan yang telah memiliki sertifikat halal,” jelasnya.

Ia mengatakan, program Juleha sudah tersebar di setiap kecamatan di Jepara. Pendaftaran Juleha bersertifikat ini juga bisa dilakukan di luar kementerian agama atau instansi lain.

“Masing-masing kecamatan sudah ada. Sekarang bisa melakukan pendaftaran secara online lewat aplikasi. Sifatnya terbuka, siapa saja boleh mendaftar. sehingga penyembelih punya sertifikat semua,” terangnya.

Menurutnya, status halal merupakan suatu yang penting dalam menentukan kehalalan hewan kurban. Oleh karenanya, penyembelih dihimbau untuk mendaftar diri menjadi Juleha bersertifikat, supaya proses penyembelihan tidak mempunyai konsekuensi.

Baca juga:  Ketua PDIP Jepara Perkenalkan Mas Wiwit Kepada Masyarakat Pakis Aji


Kendati, pelaksanaan Idul Adha dilaksanakan bulan ini, kewajiban sertifikat Juleha masih menunggu mandatori dari Rumah Pemotongan Unggas Rumah Pemotongan Hewan (RPU RPH).

“Kita bisa melihat sejauh mana keefektifannya, masih kita sosialisasikan. Dan untuk kewajiban paling lambat pada 17 Oktober mendatang,” tutupnya. (cr4/fat)