Jepara  

Pemkab Jepara Gelar Sosialisasi ke Instansi Pendidikan

BERSAMA: Siswa-siswi menunjukkan tablet penambah darah saat di acara sosialisasi dari Pemkab Jepara di Aula SMA N 1 Tahunan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Kamis (13/6/24). (ISTIMEWA/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Sebagai upaya meningkatkan kesehatan remaja, pencegahan anemia, tengkes maupun stunting, Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar kegiatan pemberian tablet penambah darah dan pemeriksaan kadar hemogoblin. Agenda tersebut berlangsung di SMA Negeri 1 Tahunan, Kamis (13/6/24).

Ratusan siswa-siswi turut hadir mengikuti kegiatan sosialisasi. Mereka diajak memahami pentingnya kesehatan dan perencanaan kehidupan berkeluarga lewat program nikah keren. Turut pula disosialisasikan materi mengenai dampak kenakalan remaja.

Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta melalui Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Muh Tahsin menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan bagi generasi muda. Pasalnya, pencegahan anemia maupun stunting tidak hanya berfokus pada anak balita atau ibu hamil. Tetapi juga melibatkan remaja.

Baca juga:  Kasus Bank Jepara Artha, DPRD Gunakan Hak Interpelasi dan Bentuk Pansus

“Dengan program ini, kita berusaha memastikan mereka tumbuh sehat dan berprestasi. Sebab, kesehatan remaja sangat penting untuk masa depan,” jelasnya.

Menurutnya, program ini merupakan salah satu upaya konkret pemerintah daerah untuk menurunkan angka stunting di Jepara. Oleh karenanya, melalui pencegahan ini menjadi antisipasi bersama sebelum para siswi menjadi seorang ibu.

“Remaja perempuan tidak boleh anemia maupun stunting. Karena ketika menjadi seorang ibu dan hamil akan kekurangan gizi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara, Mudrikatun menjelaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin pemerintah daerah. Tujuannya adalah untuk memastikan pelajar mendapatkan asupan gizi yang cukup.

Baca juga:  DKK Jepara Waspadai Penularan Flu Singapura ke Anak

“Pemberian tablet darah ini memang penting diberikan untuk mencegah anemia dan stunting yang dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa,” tegasnya.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan, progres percepatan penurunan tengkes di Jepara pada pekan pertama di Juni 2024 tinggal 5,30 persen. Angka tersebut terus menunjukkan perbaikan, yang sebelumnya pada April lalu masih 5,39 persen, dan di Mei turun menjadi 5,32 persen.

Kepala SMA Negeri 1 Tahunan, Ida Fitriningsih menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas adanya kegiatan ini di sekolahnya. Dengan kegiatan ini, diharapkan angka kejadian anemia dan stunting di kalangan pelajar dapat berkurang, kualitas kesehatan remaja semakin meningkat, dan siswa-siswi dapaf fokua menjalankan pendidikannya.

Baca juga:  Gus Haiz: Kurban untuk Tingkatkan Kepekaan Sosial

“Saya selaku kepala sekolah tentunya senang dengan adanya kegiatan ini. Memberikan pengetahuan dan edukasi kepada siswa-siswi, dan tentunya dapat menurunkan angka anemia maupun stunting di Jepara,” harapnya. (cr4/fat)