Opini  

Peran Media dalam Penyuluhan Pertanian

M. Fadli Wijaya Pranoto

Oleh: Fadli Wijaya Pranoto
Mahasiswa S1 Agribisnis Unimus

MEDIA memainkan peran penting dalam menyebarkan informasi pendidikan kepada pemangku kepentingan pertanian. Seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan iklim yang meningkatkan kebutuhan akan praktik pertanian berkelanjutan, peran media perlu untuk dioptimalkan.

Meskipun media memiliki potensi besar untuk mendukung perluasan pengetahuan pertanian, masih ada beberapa permasalahan yang perlu diatasi untuk memastikan efektivitas dan dampak positifnya. Tantangan seperti terbatasnya akses terhadap teknologi dan literasi digital serta kurangnya jangkauan media terhadap petani di daerah terpencil terus menghambat efektivitas penyuluhan pertanian melalui media harus bisa diatasi.

Baca juga:  Kemasan Saset: Masalah Lingkungan yang Tersembunyi di Balik Kenyamanan

Media seperti televisi, radio, internet, dan media sosial merupakan saluran utama untuk menyebarkan informasi tentang penyuluhan kepada petani. Melalui beragam program, artikel dan kampanye online, pemangku kepentingan pertanian dari berbagai latar belakang dapat mencapai praktik pertanian yang inovatif dan berkelanjutan.

Namun, tantangan seperti terbatasnya akses terhadap teknologi dan literasi digital serta kurangnya jangkauan media terhadap petani di daerah terpencil terus menghambat efektivitas penyuluhan pertanian melalui media. Salah satu permasalahan utama dalam penggunaan media penyuluhan pertanian adalah kesenjangan akses dan penggunaan teknologi di kalangan petani.

Baca juga:  Aktualisasi Nilai Pancasila pada Gen-Z di Era Globalisasi

Banyak petani, terutama yang tinggal di pedesaan dan terpencil, masih memiliki keterbatasan akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi. Selain itu, rendahnya literasi digital menjadi hambatan dalam memahami dan menggunakan informasi yang disampaikan media. Akibatnya, tidak semua petani mendapatkan manfaat yang sama dari informasi tambahan dan praktik pertanian inovatif seringkali tidak dikomunikasikan sepenuhnya.

Permasalahan ini perlu diselesaikan dengan pendekatan yang holistik dan terpadu antara pemerintah, penyuluh pertanian, dan para petani. Pemerintah dapat memperluas akses terhadap teknologi informasi dan komunikasi di daerah pedesaan melalui program infrastruktur dan pelatihan.

Baca juga:  Cinta Tanah Air: Bukan hanya Sebuah Perasaan, tetapi juga Tindakan

Penyuluh pertanian harus melakukan inovasi media untuk menyajikan informasi yang menarik dan relevan kepada petani. Di samping itu juga meningkatkan keterampilan digital mereka melalui pelatihan dan dukungan teknis.

Di sisi lain, media dapat memperluas jangkauan informasi pertanian dengan menyediakan konten yang dapat dipahami dan relevan bagi seluruh lapisan masyarakat pertanian. Melalui kerja sama ini diharapkan dukungan pertanian melalui media menjadi lebih efektif dan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan secara keseluruhan. (*)