Kudus  

Ribuan Pekerja Kota Kretek Telah Terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan

JELASKAN: Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, Mulyono Adi Nugroho dan stafnya saat memaparkan tentang pentingnya Jamsostek. (ADAM NAUFALDO/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Ribuan pekerja informal di Kota Kretek telah terdaftar menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Terhitung, ada 16 ribu pekerja yang tercatat dalam kategori bukan penerima upah (BPU). Seperti tukang ojek, pedagang, petani, kuli bangunan, dan lainnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kudus, Mulyono Adi Nugroho menjelaskan, hingga tahun 2024 sudah ada sekitar 16 ribu pekerja informal yang menjadi pesertanya. Jumlah itu pun selalu ada kenaikan setiap bulannya. Nanti, pekerja informal berhak atas Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) maupun Jaminan Kematian (JKM).

Baca juga:  Peringatan Hari Koperasi di Kudus akan Digelar Meriah

“JKK tersebut bisa dimanfaatkan ketika timbul risiko saat peserta sedang melakukan aktivitas pekerjaannya. Selain itu, biaya ke rumah sakit, pengobatan sampai sembuh juga akan ditanggung oleh BPJS Ketenagakerjaan,” ungkapnya kepada Joglo Jateng, Jumat (15/6/2024).

Lebih lanjut, ketika meninggal, peserta juga bisa mendapat santunan, termasuk santunan untuk keluarganya yang ditinggalkan. Baik itu yang meninggal karena kecelakaan kerja maupun karena sakit. Sementara iuran untuk BPJS Ketenagakerjaan, setiap bulannya Rp 16.800 ribu.

“Kalau meninggal karena kecelakaan kerja, total santunan yang diberikan sebesar 48 juta rupiah dengan ditambah 10 juta rupiah untuk biaya pemakaman,” katanya.

Baca juga:  Sandung Nyatakan Kesiapannya Maju di Pilkada Kudus

Disisi lain, BPJS Ketenagakerjaan juga menggandeng Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Kabupaten Kudus. Hal itu bertujuan untuk upaya menjaring banyak peserta. Mengingat, banyak keluarga dari anggota RTMM merupakan pekerja informal.

“Sehingga dengan kerja sama itu, akan lebih banyak BPU yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Kita juga edukasi bahwa semua pekerja bisa menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, mau itu tukang ojek, pedagang, nelayan, petani, dan lainnya,” ucapnya.

Akan tetapi, mereka harus mempunyai aktivitas pekerjaan dan maksimal usia 65 tahun. Selain bekerja sama dengan RTMM, BPJS Ketenagakerjaan juga aktif masuk ke desa-desa untuk memberikan sosialisasi. Serta nengundang sejumlah warga desa dan mengumpulkannya dalam satu tempat.

Baca juga:  Pemkab Kudus Lakukan Pengukuhan Perpanjangan Jabatan pada 118 Kepala Desa

“Nanti disitu BPJS Ketenagakerjaan menyampaikan program-program yang kami miliki. Harapannya semakin banyak yang mengetahui tentang BPJS Ketenagakerjaan dan mendaftar sebagai pesertanya,” pungkasnya. (adm/rds)