Pati  

Bos Rental Tewas Dikeroyok, Akademisi: Bukti Masyarakat tak Percaya APH

TINDAK KEJAHATAN: Para tersangka kasus pengeroyokan bos rental mobil saat digelandang usai Gelar Kasus di Mapolresta Pati, beberapa hari lalu. (LUTHFI MAJID/JOGLO JATENG)

PATI, Joglo Jateng – Kasus pengeroyokan di Desa Sumbersoko, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta ramai menjadi perbincangan hangat. Akademisi pun ikut berkomentar terkait kasus tersebut.

Akademisi hukum pidana dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga Nimerodi Gulo menilai, tindak pidana kejahatan, tak terkecuali main hakim sendiri, dipicu dari berbagai faktor. Salah satunya faktor ekonomi.

“Terjadi peristiwa pidana ada berapa faktor. Pertama faktor ekonomi. Banyak pengangguran yang hari-harinya tidak ada kerjaan sehingga melampiaskan dengan kejahatan,” ungkap dia, saat ditemui di Mapolresta Pati, Selasa (11/6) lalu.

Selain faktor ekonomi, menurutnya, terjadinya tindak kejahatan juga disebabkan lemahnya penegakan hukum. Sebab, tak maksimalnya penegakan hukum membuat seseorang atau kelompok orang tak jera melakukan tindakan kejahatan.

Baca juga:  Usai Terbakar, SPBU Bangkalan Pati Dihentikan Sementara

“Yang penting adalah kalau penegakkan hukum benar-benar ditegakkan akan jauh efektif mengurangi tindak pidana. Yang menjadi persoalan banyak perkara yang tidak cepat ditangani, sehingga berlarut-larut,” ujarnya.

Ia menyebut, sebagian masyarakat, khususnya di Kabupaten Pati kurang percaya dengan kinerja aparat penegak hukum (APH). Termasuk tidak percaya dengan kinerja polisi. Hal ini memicu kelompok orang nekat main hakim sendiri.

“Masyarakat tidak percaya dengan APH. Itu yang terjadi di Pati. Saya sendiri juga tidak percaya. Karena banyak perkara yang mangkrak dan tidak ada penyelesaian secara tuntas. Maka tegakkan hukum. Terutama kejahatan massal,” tegasnya.

Lelaki yang juga praktisi hukum di Pati ini pun menaruh harapan besar kepada petinggi Polresta Pati maupun Polda Jawa Tengah. Yakni agar bisa menindak secara serius tindak pidana.

Baca juga:  Warga Binaan Lapas Pati Dinyatakan Nonreaktif HIV/AIDS & Sifilis

“Maka kami berharap pimpinan Polresta Pati menyikat tindakan pidana segera. Tentunya tidak hanya main sikat tapi juga sesuai prosedur,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bos rental mobil asal Jakarta, BH (52) tewas usai dihajar massa di Desa Sumbersoko, Sukolilo Pati, lantaran dikira maling mobil. Selain BH, tiga kawannya juga babar belur dihajar masa. Mereka yakni SH (28) warga Koja Jakarta, KB (54) warga Kedung Banteng Kabupaten Tegal, dan AS (37) asal Pulau Gadung Jakarta Timur.

Dari keterangan polisi, BH dan kawan-kawan menuju ke Kabupaten Pati untuk mengambil mobil rentalan yang hilang sejak Februari 2024 lalu. Bermodalkan GPS, mereka menemukan titik lokasi mobil berada di depan rumah seorang warga Sumbersoko, AG.

Baca juga:  Kekeringan Landa Dua Desa di Pati

Ke empat orang tersebut ke Pati dengan mengendarai mobil berwarna putih. Tanpa permisi dan melaporkan ke pihak pemerintah desa, BH dan kawan-kawannya mengambil mobil rentalan dengan kunci cadangan.

Namun naas, seorang warga menduga mereka komplotan maling. Warga kemudian meneriaki mereka sebagai maling. BH dan kawan-kawannya mencoba kabur dengan mengendarai kedua mobil.

Tapi langkah mereka terhenti lantaran warga berhasil menghadang. BH dan ketiga rekannya pun menjadi bulan-bulanan massa. Nyawa BH tak tertolong. Sementara ketiga rekannya mengalami luka parah dan saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (lut)