Kudus  

Hukum Seseorang yang Bernazar Dibarengi dengan Kurban

DISKUSI: Ikaq menyelenggarakan dialog tentang kurban dan aqiqah di Majelis Gusjigang Jalan K.H.R Asnawi. Sabtu, (8/6/2024). (DYAH NURMAYA SARI/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Menjelang hari Raya IdulAdha, perlu adanya pemahaman tentang perbedaan kurban dan nazar. Hal ini dibahas pada kajian dialogis tentang kurban dan aqiqah yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Qudsiyyah (Ikaq) Kudus. Telah ditanggapi langsung oleh Ustadz Khoirul Anam pada Sabtu, (8/6/2024) di Joglo Majelis Gusjigang Jalan K.H.R Asnawi.

“Kurban itu bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan memenuhi kewajiban sebagai umat muslim. Sementara aqiqah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kelahiran anak,” ujarnya.

Menurutnya, aturan kurban pada seseorang yang ingin patungan berkurban sapi atau kerbau berjumlah tujuh orang. Dalam konteksnya, apabila salah satu diantara mereka memiliki niat yang berbeda seperti buat untuk bernazar.

Baca juga:  Transparan, Ini Belasan Pelamar JPT Pratama Pemkab Kudus yang Lolos Administrasi

“Hukum kurban dengan patungan satu kerbau untuk 7 orang dengan niat yang berbeda-beda itu dinyatakan boleh. Hanya saja, yang perlu diwaspadai adalah panitia kurban saat mereka membagikan daging,” katanya.

Dia menambahkan, apabila ada yang bernazar dibarengi dengan kurban hukumnya wajib. Aturannya, pada saat menyembelih, pembagiannya harus merata. Dengan catatan, bagi orang yang memiliki nazar tidak boleh mendapatkan hasil dari penyembelihan hewan. Sedangkan niat berkurban boleh mendapatkan sebagian daging.

“Bagi yang berniat nazar, aturannya daging harus diberikan seluruhnya untuk fakir miskin dalam kondisi mentah. Panitia harus memisah menjadi 7 bagian sama persis. Tidak ada potensi kurban kembali ke orang yang bernazar. Sedangkan orang yang niat berkurban masih diperbolehkan,” tuturnya.

Baca juga:  Pelajar SMP Diberi Edukasi Manajemen Keuangan

Ia menegaskan, kepada panitia kurban menjelang hari Raya IdulAdha ini benar-benar memperhatikan betul bagi orang-orang yang akan menyerahkan pemotongan hewan. Perlu dikoordinasikan terlebih dahulu niat dan tujuannya apa. Terutama pada hewan yang dijadikan patungan seperti kerbau dan sapi. (cr3/fat)