Kudus  

Lomba Seni dan Bazar P5RA MTs N 1 Kudus Jadi Ajang Berkreasi Siswa

BERLOMBA: Siswa-siswi MTs N 1 Kudus sedang adu bakat dalam fashion show busana adat daerah nusantara dalam ajang P5RA, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng –  MTs N 1 Kudus mewadahi siswa-siswinya membangun jiwa kreatif dan berkompetisi melalui gebyar gelaran P5RA. Dengan sajian lomba seni dan paduan suara, fashion show dan bazar.

Kepala MTs N 1 Kudus, Rodliyah, turut mengapresiasi gelar karya P5-RA siswa kelas 7 dan 8 yang berjalan dengan meriah. Pihaknya selalu memberi dukungan dalam menghadirkan pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat dan tentunya menyenangkan bagi siswa.

“Antusiasme siswa dalam gelar karya ini luar biasa dan membuat mereka tambah bersemangat. Dan secara tidak langsung menunjukkan perkembangan yang baik sekaligus keberhasilan pelaksanaan program merdeka belajar di MTsN 1 Kudus,” ujarnya kepada Joglo Jateng, Jumat (14/06/2024).

Baca juga:  Museum Kretek Ramaikan Pameran Museum di Monumen Pers Nasional

Ketua Panitia P5RA, Aji Pamungkas, menyebutkan, gelar karya diikuti 705 siswa dengan tema menggali kreativitas ekspresi budaya dan membangun jiwa wirausaha kreatif di kalangan pelajar. Sebanyak 7 stand bazar yang diikuti kelas 8 dan 11 penampilan lomba seni dan fashion show dari kelas 8.

“Per kelas mengirimkan satu kelompok paduan suara, dan pentas seni menyanyi atau lainnya. Hal ini untuk mewadahi para siswa yang telah berlatih di Komunitas Seni Budaya di madrasah,” jelasnya.

MERIAH: Siswa-siswi MTs N 1 Kudus memamerkan hasil karya mereka dalam ajang P5RA, beberapa waktu lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

Sementara, lanjut Aji, lagu dan tema yang dibawakan dalam pentas juga lagu daerah. Termasuk lomba fashion show yang mengambil tema busana nusantara.

Baca juga:  BPPKAD Berlakukan Bebas PBB Hingga Agustus

“Karena di madrasah terdapat ekstrakurikuler menjahit maka kami mewadahi para siswa untuk menuangkan kreativitasnya melalui lomba ini,” imbuhnya.

Aji mengharapkan, melalui agenda ini bisa mencetak para siswa yang memiliki jiwa berwirausaha dan kreativitas tinggi. Sehingga mereka sudah memiliki bekal ketika lulus dari madrasah.

“Sebelum gelar karya, mereka diberikan materi manajemen keuangan terlebih dahulu. Setelah inipun mereka menyajikan laporan yang telah mereka lakukan selama proses P5,” bebernya.

Siswi kelas 7, Khansa Auliya, mengaku senang bisa mengikuti gelar karya dengan tema kewirausahaan. Ia bersama teman-temannya berinisiatif menjual produk dengan nama javanese.

Baca juga:  Posko PPDB Didominasi Aduan Perihal KK

“Kami jual minuman dan camilan. Dan ahamdulillah laris manis. Setelah acara ini kami hitung penghasilan untuk laporan,” ujarnya.  (cr1/fat)