Kudus  

320 Madrasah Komitmen Jadi Madrasah Aman dan Sehat

KOMITMEN: Prosesi penandatanganan deklarasi madrasah aman dan sehat oleh perwakilan masing-masing jenjang madrasah se Kudus, akhir pekan lalu. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Sekitar 320 madrasah di bawah naungan Kantor Kementerian Agama Kudus mengikuti deklarasi madrasah aman dan sehat. Deklarasi diikuti perwakilan dan Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI), Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Tsanawiyah (MTs),  Madrasah Aliyah (MA), akhir pekan lalu.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Mustain Ahmad menegaskan, kegiatan deklarasi ini tidak hanya sekadar ceremonial, tetapi memiliki makna substantif. Sehingga harus ada tindak lanjut berupa perumusan dan langkah untuk memastikan berjalannya madrasah aman dan sehat.

“Maka apa yang sekarang sebenarnya sudah jalan bagus seperti madrasah ramah anak, madrasah inklusi, ramah disabilitas dan sebagainya itu kita kemas dalam bungkus besar namanya madrasah aman dan sehat. Jika hal itu dilakukan secara konsekwen dan dalam kontrol yang baik terciptalah madrasah yang benar-benar aman dan sehat,” ujarnya.

Baca juga:  BPPKAD Berlakukan Bebas PBB Hingga Agustus

Pihaknya juga mengajak seluruh madrasah untuk mengenali dari alasan deklarasi ini dilakukan. Menrutnya, banyak masyarakat yang telah menaruh kepercayaan kepada madrasah. Sehingga dari kepercayaan itulah para pendidik di madrasah harus mampu menjaga.

“Atas capaian madrasah yang semakin membaik, selain prestasi regional nasional maupun internasional. Makin banyak madrasah menerima siswa. Itu yang menggambarkan animo masyarakat terhadap masyarakat meningkat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kudus, Suhadi menyebutkan, adanya deklarasi madrasah aman dan sehat ditujukan untuk mewujudkan sistem pendidikan di lingkungan madrasah yang aman dari segala kekerasan, baik itu fisik maupun verbal. Sehingga tercipta proses belajar yang kondusif.

Baca juga:  Cabup Jepara Mas Wiwit Kunjungi Karimunjawa, Ini Tujuannya!

“Tujuan utamanya tentu untuk memastikan semua madrasah berusaha membuat aman dan sehat. Terutama dari kekerasan seperti bullying,” ujarnya.

Selain itu, imbuh Suhadi, deklarasi ini juga menekankan pada perwujudan lingkungan pendidikan yang sehat, termasuk dalam sistem administrasi.

“Sebagai lembaga pendidikan yang diminati banyak masyarakat, kami harus berupaya menjaga amanah dengan cara salah satunya madrasah aman dan sehat ini,” imbuhnya. (cr1/fat)