Jepara  

Disdikpora Jepara Dorong Satuan Pendidikan Pahami Regulasi PPDB

FOKUS: Perwakilan dari satuan pendidikan saat mengikuti sosialisais PPDB 2024 Online di Aula 2 SMP N 2 Jepara, belum lama ini. (LIA BAROKATUS SOLIKAH/JOGLO JATENG)

JEPARA, Joglo Jateng – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara menggelar Sosialisasi Aplikasi PPDB Online Sekolah Menengah Pertama (SMP). Agenda ini sebagai upaya mendorong satuan pendidikan agar mampu memahami regulasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2024 secara baik dan benar.

Kepala Disdikpora Kabupaten Jepara, Ali Hidayat melalui Kasi Bidang SMP, Wuriyanto menjelaskan, sosialisasi ini menjadi penegasan kepada operator. Agar mereka bisa melaksanakan PPDB dengan obyektik, transparan, dan akuntabel.

“Sebagai evaluasi tahun kemarin, kegiatan ini kami mengundang para operator atau perwakilan untuk bisa memahami PPDB. Untuk SD tetap kami undang agar nantinya bisa di sosialisasikan informasinya ke masyarakat atau kecamatan,” jelasnya kepada Joglo Jateng.

Baca juga:  DPRD Jepara Rencanakan Perda Ketahanan Keluarga

Di satu sisi, kata Wuri, hal ini sebagai persiapan dan kemantaban dari Disdikpora maupun satuan pendidikan dalam melaksanakan PPDB 2024. Menurutnya, informasi yang didapat bisa tersampaikan kepada masyarakat luas. Sehingga, ketika pelaksanaan PPDB tidak menemui kendala atau permasalahan.

Apabila terdapat kendala, baik ingin mengajukan pertanyaan maupun aduan, pihaknya mengimbau agar bisa melaporkan kepada dinas terkait. Melalui via whatsaap +62 853-2677-7673 dengan pelayanan dari Senin-Jumat, pukul 08.00 – 14.00.

“Karena PPDB SMP dibuka pada 24-27 Juni. Sejauh ini, kami baru mendapati pertanyaan, beum ada aduan lainnya,” tambahnya.

Baca juga:  Kenalkan Permainan Tradisional di Masa Liburan

Perlu diketahui, kata Wury, SMP Negeri di Jepara telah membuka pendaftaran Klaster Olahraga Semikat (sesuai minat dan bakat). Diantaranya, SMP N 1 bangsri bidang Olahraga Karate, SMP N 2 Jepara Gulat dan Renang, SMP N 1 Welahan Takraw, dan SMP N 2 Mayong Pencak Silat.

Lebih lanjut, ia berharap, dengan adanya sosialiasasi PPDB ini, satuan pendidikan diharapkan bisa melaksanakan PPDB sesuai dengan aturan yang ada. “Semoga ini menjadi bekal bagi perwakilan guru atau kepala sekolah untuk bisa menjalankan PPDB dengan baik dan benar. Sehingga praktik yang kurang baik tidak ditemukan,” pungkasnya. (cr4/fat)