Edupro Cahaya Nur Pamerkan Puluhan Project dan Drama Musikal

KREATIF: Siswa siswi Cahaya Nur saat menunjukkan produk kreatifnya dalam pameran Edupro yang berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (14-15/6/2024) di Kampus KB, TK dan SD Cahaya Nur, Jalan Jendral Sudirman Kudus. (UMI ZAKIATUN NAFIS/JOGLO JATENG)

KUDUS, Joglo Jateng – Gelaran tahunan Edupro Cahaya Nur 2024 menyajikan sejumlah lomba, puluhan stand bazar, sejumlah permainan edukatif. Tak hanya itu, ada presentasi dan pameran puluhan project, drumband, drama musikal. Hingga kolase,  jepit bola, pancing bola dan gambar bercerita.

Kegiatan dengan tema loving the earth for the future ini dikuti 155 peserta, dari usia 2 sampai 9 tahun. Dan berlangsung selama dua hari, Jumat-Sabtu (14-15/6/2024) di Kampus KB, TK dan SD Cahaya Nur, Jalan Jendral Sudirman Kudus.

Kepala SD Cahaya Nur, Nanik Doso Arum Indah Lestari, menjelaskan, Educational Project tahun ini dimeriahkan beragam kegiatan dan dibuka untuk umum. Meliputi Pameran dan Presentasi Science Project, Beragam Lomba, Bazar, Drumband dan Drama Musical.

Baca juga:  32 Siswa Lolos Seleksi KKO SMP 3 Kudus

“Ini merupakan bagian dari project penguatan profil pancasila yang sudah diselaraskan dengan ciri khas dan nilai-nilai caracter choice, sosial emosional skill serta implementasi dari kurikulum merdeka,” jelasnya.

Sementara tema yang diangkat adalah loving the earth for the future, artinya sekolah ingin mengajak siswa-siswinya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Tema ini terbagi sesuai jenjang, jika di PAUD bertema aku sayang bumi, di SD bertema gaya hidup berkelanjutan, kemudian juga kearifan lokal dan kewirausahaan.

“Jadi kami merambah pada isu kesadaran lingkungan, karena melihat permasalahan sekarang. Dengan bumi yang begitu panas dan ini sebagai sikap kami sebagai pelaku perubahan sosial supaya lebih peduli lingkungan dengan menanam dari sisa-sisa yang ada di sekitar,” beber Nanik.

Baca juga:  Melebihi Kuota, PPDB SMP 1 Kaliwungu Membludak

Lalu, imbuh dia, anak-anak diajak melihat dan mencari sampah yang ada di sekitar yang biasanya sering terbuang percuma. Kemudian digunakan sehingga sampah itu menjadi berkat bermanfaat untuk semua orang.

Contohnya, papar Nanik lebih lanjut, sisa makanan diolah menjadi pupuk. Kemudian kertas jadi ecobrik. Atau bahkan yang suka makan telur misalkan kulit atau cangkang telurnya bisa kita gunakan sebagai pupuk. Sementara kearifan lokal, pihaknya mengangkat jeruk pamelo, pisang gebyar ataupun juga parijoto.

“Kami berharap anak-anak bisa mencintai bumi ini dengan peduli lingkungan, melihat sekitar permasalahan yang ada di kota Kudus yaitu sampah,” harapnya. (cr1)